SLEMAN - Dua keluarga asal Kabupaten Sleman berangkat ke Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Utara untuk mengikuti transmigrasi. Mereka berharap bisa mengubah nasib menjadi lebih baik.
Salah satu peserta transmigrasi asal Kapanewon Gamping Hari Baryono mengatakan, dia berangkat bersama dua anak dan istrinya. Dia mengaku telah melakukan persiapan dengan mempelajari ilmu pertanian melalui YouTube. Dia bekerja sebagai teknisi di perusahaan provider internet. “Harapannya nanti nasib bisa lebih bagus," ucapnya.
Keinginan untuk ikut program ini dia akui didasarkan pada kenekatan. Hari sendiri tidak memiliki keluarga di Sulawesi Utara. Oleh sebab itu, dia berharap bisa selalu dibimbing karena masih pemula. Misalnya dengan monitoring setiap enam bulan atau satu tahun sekali. "Anak sudah proses pemindahan untuk sekolahnya dan sudah diterima di sana," tambahnya.
Baca Juga: Rangkaian HUT ke-63 Bank BPD DIY, Gelar Kegiatan untuk Pererat Silaturahmi dengan Purnabakti
Di sana dia diminta untuk jadi petani meski belum tahu akan bertani apa. Namun, kondisi tanah merah dia nilai cocok untuk ditanami palawija, nilam, atau sawit.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman Sutiasih mengatakan, sebelum para transmigran ini berangkat, mereka akan menginap selama dua hari di transito. Hal ini guna untuk memastikan kembali administrasi dan melakukan pengecekan kesehatan oleh pemerintah provinsi. Selain itu, ada giat pembekalan rohani. Di Konawe Utara ini ada dua keluarga dengan sembilan jiwa. “Mereka akan akan berangkat Kamis (5/12)," jelasnya.
Baca Juga: Go International, Akun Resmi Manchester United Sindir Hinaan Gus Miftah Kepada Penjual Es Teh
Para transmigran ini mendapatkan beragam fasilitas. Mulai dari rumah, peralatan rumah tangga, peralatan dapur, hingga alat pertanian. Dari pemerintah kabupaten juga turut memberikan bantuan sosial sejumlah Rp 13 Juta untuk masing-masing keluarga.
Nantinya mereka diminta untuk mengolah lahan dan pekarangan. Akan ada bantuan bibit di awal kedatangan. "Bisa mengolah pekarangan dengan menanam ketela dan pisang. Kalau sudah adaptasi bisa mencoba padi," katanya.
Baca Juga: Harga Komoditas Pangan Stabil, Stok Aman, TPID DIY Menilai Daya Beli Masyarakat Cenderung Turun
Nantinya pada 10 Desember akan diberangkatkan pula kloter kedua ke Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Selain itu, pada 15 Desember ke Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. "Totalnya ada tiga lokasi, enam keluarga dengan 21 jiwa," ucapnya. (del/din)
Editor : Din Miftahudin