SLEMAN - Dalam rangka mendukung program nasional, Rabu Biru Foundation (RBF) membagikan makan bergizi gratis. Kegiatan ini dilakukan di Morobangun, Jogotirto, Berbah pada Minggu (1/12/2024).
Salah satu penerimanya adalah para ibu hamil. Hal ini sesuai dengan program nasional yang menyasar peserta didik, balita, dan ibu hamil.
Baca Juga: BPBD Gunungkidul Catat 104 Titik Dampak Bencana pada November 2024
Ketua Program RBF Zeos Finandes menuturkan, agenda ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan. Hal ini untuk menghindari risiko angka kematian ibu dan bayi. "Kegiatan ini memang salah satu bentuk kolaborasi kami untuk mendukung program nasional dari sisi kesehatan dan makan siang bergizi," ucapnya.
Makanan yang diberikan sendiri terdiri dari beragam isian. Mulai dari ayam, telur, sayur, tempe orek, nasi, dan buah jeruk.
Baca Juga: Pilkada 2024 di Purworejo, Rekapitulasi Suara di Tingkat Kecamatan Berlangsung hingga 2 Desember
Posyandu setempat juga diberikan beberapa alat pemeriksaan kesehatan. Misalnya, kursi roda, tensimeter, dan termometer agar pemeriksaan bisa dilakukan secara terus-menerus.
"Diharapkan mereka bisa peduli dengan kesehatan dan apabila perlu bisa ditindaklanjuti ke puskesmas. Harapannya, program pemerintah juga bisa terlaksana dengan baik," jelasnya.
Dalam kesempatan ini turut dilakukan panen padi bersama yang nanti produknya diharapkan dapat menunjang program makan bergizi gratis. Di sini lahan pertanian sendiri menggunakan pupuk cair organik yang disebar melalui drone sehingga meningkatkan efisiensi.
Ketua Umum RBF Henny Daeng Parani menjelaskan, penggunaan pupuk tersebut sudah mencapai 60 persen dari total lahan pertanian desa. Dengan demikian, ekosistem bisa lebih terjaga.
"Kami menargetkan seluruh lahan pertanian desa dapat sepenuhnya menggunakan pupuk cair organik," katanya.
Sementara itu, Lurah Jogotirto Mitha Mayasari menerangkan, program pemeriksaan kesehatan dan pemberian makan bergizi dapat menjadi motivasi masyarakat untuk menjaga kualitas keseimbangan hidup. Selain itu, penggunaan teknologi berperan besar untuk meningkatkan produksi pertanian.
"Semoga program semacam ini bisa terus berlanjut dan berkembang ke daerah lain," harapnya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita