SLEMAN - Sehari sebelum pemungutan suara, calon bupati Sleman nomor urut 1 Kustini Sri Purnomo melakukan peninjauan ke petani. Ini dalam kapasitasnya sebagai bupati Sleman setelah sebelumnya cuti selama masa kampanye.
Kustini melakukan peninjauan pada pagi hari di Kelompok Tani Taruno Mulyo, Dusun Panggung, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan. Dalam kesempatan ini, dia ikut dalam tradisi wiwit. Kustini melakukan panen padi secara simbolis serta pemotongan tumpeng.
"Sleman merupakan lumbung padi, sehingga pertanian harus dipertahankan. Kalau di sini pertaniannya sudah digerakkan oleh generasi muda," katanya.
Dia mengaku ada banyak pekerjaan sehingga membuatnya masih bekerja meski menjelang proses pencoblosan. Meski demikian, Kustini mengaku persiapannya untuk sudah prima. "Tadi malam sudah doa bersama. Nanti mungkin ada, tapi lihat kondisi dulu," ucapnya.
Kustini menyebut akan melakukan pencoblosan pada pagi hari, meski belum bisa memastikan waktunya. Dia akan menggunakan hak pilihnya di TPS di Dusun Jaban, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman. "Lokasinya beda dengan Pak Kamto. Nanti saya bersama anak dan suami," ucapnya.
Dia mengaku optimistis bisa memenangkan kontestasi pilkada kali ini, meski tidak menargetkan secara khusus jumlah suara yang didapatkan. "Optimistis menang, angkanya besuk saja dilihat," ucapnya.
Sementara calon bupati nomor urut 2 Harda Kiswaya mengaku fokus beristirahat di rumahnya. Dia mengaku tidak ada persiapan khusus untuk pencoblosan besuk (hari ini, Red). "Ini sedang istirahat sama teman-teman. Kalau persiapan doa, sudah setiap hari," jelasnya melalui sambungan telepon.
Dia merencanakan untuk mencoblos hanya bersama keluarganya. Tanpa ada arak-arakan atau semacamnya. "Untuk waktunya nanti lihat kondisi. Sama Pak Danang nyoblos di masing-masing TPS, tidak usah pindah-pindah," tambahnya.
Dengan seluruh upaya yang dilakukan, mantan Sekda Sleman ini optimistis menang. Dia juga tidak menargetkan jumlah suara yang harus didapatkan.
Harda hanya berpesan agar masyarakat Sleman yang sudah memiliki hak pilih untuk bisa menyumbangkan suaranya. "Gunakan hak suaranya dengan datang ke TPS. Ini untuk menjaga kualitas demokrasi," tandasnya. (del/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita