Mereka berencana menggantinya dengan kegiatan di setiap kapanewon.
Ketua Koalisi Sleman Baru Koeswanto menjelaskan, timnya mendapatkan jadwal dari KPU pada Sabtu (23/17) di Lapangan Denggung.
Dia mengaku melakukan pembatalan karena khawatir tidak bisa mengendalikan massa pendukung yang datang.
"Pelaksanaan kampanye akbar itu pasti pesertanya puluhan ribu. Dari partai koalisi saja saya hitung sudah 7.400 orang. Belum laskar PDIP itu ada 90, kalau datang minimal 50 orang tiap laskar. Belum relawan," ucapnya Jumat (22/11).
Koeswanto menegaskan, pembatalan ini adalah usaha menjaga citra dari paslonnya.
Terlebih, dalam kampanye akbar umumnya akan dihadiri ribuan pemuda menggunakan motor dengan knalpot brong.
Dia khawatir ini bisa mengganggu masyarakat dan menyebabkan kemacetan.
"Saya juga khawatir kalau disusupi oleh lawan dan yang kena paslon saya," ucap Koeswanto.
Untuk mengganti kegiatan kampanye akbar, dia mengaku telah memberikan arahan pada seluruh partai koalisi untuk kampanye dengan cara menguntungkan masyarakat.
Misalnya, pasar murah, bakti sosial, pengobatan gratis, dan penanaman pohon.
"Meski sudah dihitung anggarannya oleh panitia, saya batalkan. Saya jaga betul elektabilitas dan kredibilitas paslon saya agar jangan sampai turun," ucapnya.
Editor : Bahana.