Peristiwa tersebut menyebabkan 30 kejadian di Kecamatan Tempel dan satu orang terluka.
Berdasarkan data terakhir Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) pada Minggu (17/11) pukul 21.13 WIB, 30 kejadian di Kapanewon Tempel terdiri dari sembilan atap rumah terbang.
Selain itu, ada dua kejadian asbes terbawa angin, satu kejadian seng terbawa angin, serta sisanya sejumlah 18 kejadian berupa pohon tumbang.
Dari seluruh kejadian, sebanyak 26 di antaranya terjadi di Kalurahan Margorejo.
Sementara tiga di antaranya di Kalurahan Lumbungrejo, dan satu sisanya di Kalurahan Mororejo.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan menjelaskan, bencana ini menyebabkan satu orang korban bernama Karsiyem.
"Luka-luka di kepala dan sudah mendapat tiga jahitan. Saat ini rawat jalan," jelasnya.
Makwan menerangkan, korban tersebut terdampak dari ambruknya pohon melinjo yang menimpa rumah Pargiono di Dusun Pringapus, Mojorejo, Kapanewon Tempel.
Hujan dan angin kencang juga berdampak pada satu kejadian di Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik.
Di sini sebuah pohon sengon dengan diameter 30 cm tumbang melintang di jalan dan menimpa jaringan listrik penerangan jalan.
Atas semua kejadian tersebut, dilakukan berbagai penanganan. Mulai dari pendataan, koordinasi dengan pihak terkait, pemotongan pohon, hingga memberikan bantuan logistik. (del)
Editor : Bahana.