Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 23 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur 1,7 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 14 November 2024 | 14:33 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati 23 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1700 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Rabu 13 November 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Baca Juga: Gubernur DIY HB X Diminta Jalankan Putusan MK, Buruh Ajukan UMK di DIY Tembus Rp 4 juta

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Angin bertiup tenang ke arah barat. 

Suhu udara 15-27.8 °C, kelembaban udara 60-88 %, dan tekanan udara 836.8-918.6 mmHg. 

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 75 m di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, dan tektonik jauh. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL 3, ditetapkan sejak 5 November 2020.

Baca Juga: Waspada, Hari Ini di Jogja Bakal Hujan Disertai Angin Kencang, Berikut Penjelasan BMKG

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Prediksi Uni Arab Emirates vs Kirgistan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Kamis 14 November Kick Off 23.15, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman