Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tingkatkan Kompetensi Profesi Surveyor Menghadapi Tantangan Global dan Pembangunan Berkelanjutan

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 6 November 2024 | 23:19 WIB
Ir Eko Budi Wahyono MSi.  (iwa/radar jogja)
Ir Eko Budi Wahyono MSi. (iwa/radar jogja)

SLEMAN - Anggota Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) dituntut terus bersinergi dan berinovasi dalam ilmu geospasial. Khususnya dalam menghadapi tantangan global guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Forum Ilmiah Tahunan (FIT) dan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) tahun 2024 Ir Eko Budi Wahyono MSi. Kegiatan tersebut belangsung di Sleman 6-9 November 2024.

Kegiatan tahunan ini dibuka Dirjen Survei Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) Kementerian ATR/BPN, Ir Virgo Eresta Jaya. Berlangsung di The Alana Hotel and Convention Center Yogyakarta. Mengusung tema Transformative Intelligence, Shared Prosperity, and Global Sustainability.

Baca Juga: Banjir Bandang Di Sukabumi: Puluhan Motor Terseret Arus

"Peran surveyor mendukung pembangunan berkelanjutan. Jadi tidak hanya sekadar mengukur lahan, lalu ketemu peta, tapi what next? Dari peta itu akan digunakan pembangunan berkelanjutan sesuai bidangnya," sebut Eko di sela acara.

Eko menjelaskan, profesi surveyor bertugas melakukan pengukuran dan pemetaan. Baik kegiatan di atas permukaan bumi, maupun di bawah permukaan bumi untuk mendapatkan informasi spasial. Mulai pengumpulan data, pengolahan, hingga penyajiannya.

"Standar surveyor harus sarjana, kegiatan surveyor ini menghasilkan produk informasi spasial, yakni berupa data geografis yang menggambarkan lokasi dan karakteristik fisik suatu wilayah," jelasnya.

Sejauh ini, ungkap dia, profesi surveyor sangat berperan mendukung rencana pemerintah, BUMN, pihak swasta bahkan perorangan. Semisal untuk kepentingan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan perencanaan tata ruang. Peran surveyor harus mampu menangkap perkembangan kebutuhan zaman dan dinamika teknologi dan dukungan peralatan yang memadahi.

"Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi surveyor, sebab tantangan ke depan semakin kompleks dan membutuhkan kemampuan menerjemahkan teknologi yang lebih hebat," sebut Eko.

Peserta munas merupakan lembaga yang telah mengantongi kompetensi, dan memiliki latar belakang pendidikan yang relevan, yakni dari bidang geodesi, geomatika, dan geografi. Dihadiri pula oleh para pakar, akademisi, praktisi profesional, serta perwakilan dari berbagai institusi terkemuka di Indonesia dan mancanegara.

Ketua Umum ISI, Viviani Suhar ST menaruh harapan acara ini menjadi momentum penting bagi para surveyor dan akademisi geospasial untuk berdiskusi dan berbagi gagasan.

“Kegiatan ini bukan hanya ajang bertukar ilmu, tetapi juga kesempatan melihat peran ilmu geospasial dalam pembangunan berkelanjutan,” tutur Viviani.

Hadir dalam acara tersebut Sekda DIY Beny Suharsono, akademisi dari berbagai institusi pendidikan, tamu undangan dari luar negeri seperti Mr Shaharuddin Musa, Presiden ASEAN Federation of Land Surveying and Geomatic dan Dr Willem Van Der Muur dari World Bank.

Pada sesi pleno dibuka diskusi bertema Past, Present, and Future of Surveying Profession for Global Sustainability. Dimoderatori Dr Heri Sutanta ST MSc dari Departemen Teknik Geodesi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sesi ini menghadirkan dua pembicara yaitu Dr Willem Van Der Muur (World Bank) dan Prof Ir Trias Aditya Kurniawan Muhammad dari UGM. Tema yang diangkat terkait evolusi profesi survei dan peranannya dalam mendukung keberlanjutan global.

Selain diskusi dan presentasi, acara FIT dan Munas ISI 2024 juga dimeriahkan pameran teknologi geospasial yang sedang trend saat ini, termasuk yang diprediksi akan menjadi andalan di masa depan. Terdapat 34 perusahaan geospasial yang hadir menyajikan teknologi dan portofolio terbarunya untuk memberi solusi di berbagai sektor. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#global #pertanahan #geospasial #lahan #pemetaan #tantangan #zaman #PETA #tanah