SLEMAN – Polisi meringkus dua pelaku pembacokan yang terjadi di Balecatur, Gamping, Sleman beberapa waktu lalu. Saat peristiwa terjadi, salah satu pelaku terkena sabetan temannya sendiri dan sempat mengaku sebagai korban.
Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi mengatakan, awalnya ada tiga orang yang diduga menjadi korban dalam kasus tersebut. Namun dari hasil pendalaman polisi, satu di antara tiga korban tersebut diduga adalah pelaku. Salah satu pelaku sempat mengaku sebagai korban. “Inisial JN," katanya Selasa (29/10/2024).
Dia menjelaskan, pembacokan berawal ketika kedua pelaku sedang nongkrong di sekitar lokasi kejadian Jumat (25/10/2024). Saat itu, kedua pelaku sedang menunggu orang yang akan menyerang kampung para pelaku. Sebab ada informasi bahwa kampung pelaku akan diserang oleh kelompok lain.
"Kemudian lewatlah korban dan dipikirnya itu adalah orang yang mau nyerang. Jadi dikejar dilakukan penganiayaan dengan dibacok," jelas Ardi.
Saat melakukan pengejaran, kedua pelaku berboncengan menggunakan satu sepeda motor. Pelaku berinisial JN berperan sebagai joki. Saat menyerang korban, pelaku JN justru ikut kesabet sajam di bagian tangan oleh rekannya.
Usai melakukan pembacokan, kedua pelaku kemudian pergi ke rumah sakit untuk berobat. Pelaku kemudian melapor ke polisi dan mengaku seolah-olah menjadi korban kejahatan.
Diketahui, kedua korban bernama akan mengikuti tes CPNS di Bantul. Mereka berangkat dari Pemalang, Jawa Tengah dengan sepeda motor.
Pembacokan tersebut membuat Bayu Sura Muhamarram mengalami luka bacok sepanjang 10 sentimeter. Juga terdapat luka terbuka di punggung dan siku tangan kiri.
Sementara korban atas nama Muhammad Puger mengalami luka di lengan tangan kiri yang sobek sepanjang 15 sentimeter. Lalu paha kanannya sobek, dan bahu kanan lecet. Juga terdapat tiga luka tusukan pada punggung.
Kapolsek Gamping AKP Sandro Dwi Rahadian mengatakan, korban Bayu Sura Muhamarram kini dirujuk ke rumah sakit di Bogor, Jawa Barat. Pemindahan ini atas permintaan keluarga korban. Sebelumnya korban dirawat di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
"Sementara satu lagi masih opname. Lukanya membuat separo badan kiri tidak bisa bergerak atau merespons gerak," ungkapnya. (tyo/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita