Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wakili Kabupaten Sleman sebagai Desa Antikorupsi 2024, Kalurahan Sumberarum Berupaya Dapat Penilaian Terbaik

Delima Purnamasari • Selasa, 29 Oktober 2024 | 03:02 WIB

 

Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo
Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo
 

SLEMAN - Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan mewakili Kabupaten Sleman dalam ajang Desa Antikorupsi yang dicanangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk itu, perangkat desa mengaku akan berupaya dapatkan penilaian terbaik. 

Pemenang penilaian di tingkat nasional ini nantinya akan diumumkan pada Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember mendatang. 

Lurah Sumberarum Sukamto menyebut, tidak ada persiapan khusus untuk mengikuti penilaian ini. Perangkat desa hanya perlu mengumpulkan bukti seperti prosedur perencanaan kegiatan dan transparansi penggunaan dana. 

 Baca Juga: Manchester United Resmi Pecat Erik Ten Hag dan Tunjuk Ruud van Nistelrooy Sebagai Caretaker

"Tapi karena dapat amanah untuk dinilai, tentu kami berupaya agar memperoleh nilai terbaik," katanya Senin (28/10/2024). 

Sukamto mengaku tidak terlalu khawatir soal ini. Dia menjelaskan, kompetisi ini bukan merupakan tujuan akhirnya. Dia ingin memastikan budaya perilaku antikorupsi bisa terus lestari di wilayahnya. 

 Baca Juga: Nilai NJOP Tanah YIA Turun Drastis, PBB P2 YIA Pasca Perhitungan KJPP Hanya Sebesar Rp 16 Miliar

Hal tersebut dia upayakan dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berperan dalam kegiatan kalurahan. Baik dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. 

Selain itu, dengan berpedoman penuh pada regulasi. Di sini penggunaan anggaran harus sesuai dengan perencanaan. Selanjutnya, kepala seksi atau kepala urusan mengajukan surat perintah pembayaran dengan pengecekan oleh carik. Baru kemudian bisa realisasi anggaran. 

 Baca Juga: The Apothecary Diaries Season 2 Resmi Diumumkan, Petualangan Maomao Berlanjut!

"Kalau penggunaan anggaran dua tahap, sebelum tahap pertama surat pertanggungjawaban (SPJ)-nya beres belum kami realisasikan yang kedua," tambahnya. 

 

Dia turut berharap, amanah dari kabupaten ini bisa dijalankan dengan baik. "Saya sudah menjabat tiga tahun. Selama itu, kami upayakan tidak terjadi hal seperti korupsi. Saya katakan tidak, bukan belum," ungkapnya. 

 

Sementara itu, Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo menuturkan, perang terhadap korupsi memerlukan dukungan dari semua pihak. Tidak hanya aparat penegak hukum. "Ini dapat dimulai dari diri kita sendiri dengan tidak melakukan korupsi dalam bentuk dan skala apapun," ucapnya. 

 Baca Juga: Terlihat Cerdas Lebih dari Sekadar Pintar, tentang Menampilkan Diri dengan Cara yang Cerdas 

Menurutnya, ada berbagai area rawan terhadap tindak korupsi. Mulai dari perencanaan anggaran, hibah dan bansos, pajak dan retribusi, pengadaan barang dan jasa, penggunaan dana desa, serta penggunaan tanah kas. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sleman #Kalurahan Sumberarum #Hari Antikorupsi Sedunia #Desa Antikorupsi #Moyudan