SLEMAN - Salah satu rangkaian perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-76 Kalurahan Triharjo, Sleman adalah dengan adanya lomba gobak sodor. Berpartisipasi dalam permainan anak-anak ini membuat peserta tak hanya bernostalgia, tetapi sekaligus memupuk solidaritas.
Lurah Triharjo Irawan menyebut, wilayahnya sudah mendapatkan predikat desa budaya. Karena itu, melestarikan permainan tradisional semestinya diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Termasuk dalam perayaan ulang tahun kalurahan ini.
"Kami terus berusaha melestarikan dan memperkenalkan permainan tradisional," katanya.
Baca Juga: Tak Terima Kiai Disebut Ahli Doktrin, Santri Al Kahfi Somalangu Geruduk Polres Kebumen
Kalangan ibu-ibu sendiri dipilih sebagai peserta lantaran sebagai bentuk pemberdayaan. "Tahun depan mungkin kami tambah katagorinya. Tidak hanya yang tua-tua, tetapi juga anak-anak," tambahnya.
Dia menuturkan, dalam satu tim ada lima orang anggota. Nantinya poin dihitung ketika ada anggota yang berhasil melewati petak permainan yang dijaga oleh lawan. Semakin banyak anggota berhasil lewat maka semakin besar pula poin yang didapat. "Untuk juri dan tim pembina, kami dibantu dari kabupaten," katanya.
Meski terlihat sederhana, Irawan menilai dalam permainan ini dibutuhkan rasa solidaritas yang tinggi. Kemenangan hanya bisa diraih dengan kerja sama tim yang baik. Untuk itu, dia berharap ulang tahun wilayahnya ini juga jadi momen agar masyarakat di dalamnya bisa semakin rukun.
"Semoga masyarakat bisa adem ayem dan berkemajuan," tandasnya.
Sementara itu, salah satu peserta lomba gobak sodor Irnawati mengaku senang. Dia menjelaskan ini pertama kali bermain gobak sodor di usianya yang tak lagi muda. "Kalau waktu anak-anak dulu sering. Tapi ini rasanya senang sekali," ucapnya.
Timnya sendiri mendapatkan juara empat. Mereka memperoleh piala sekaligus uang sebesar Rp 300 ribu. "Kami latihan hanya sekali. Lalu kami bagi tugas biar kompak," tambahnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita