SLEMAN - Kabupaten Sleman telah menetapkan Oktober sebagai bulan ekonomi kreatif. Pada bulan kesepuluh inilah diselenggarakan Sleman Creative Weeks (SCW) dengan Ngaran Kite Festival sebagai salah satu agendanya.
Ngaran Kite Festival diselenggarakan di Padukuhan Ngaran, Margokaton, Seyegan. Eksibisi dan lomba layang-layang ini diselenggarakan dua hari, yakni Sabtu-Minggu (13-14/10/2024).
"Pada tahun ini adalah gelaran CSW keempat dan akan diselenggarakan di empat lokasi dengan waktu yang berbeda," ucap Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto.
Dia menuturkan, dalam Ngaran Kita Festival tidak hanya diselenggarakan perlombaan layang-layang. Namun, pertunjukan seni budaya, worskshop, dan talkshow.
"Basis pariwisata adalah ekonomi kreatif. Sehingga, acara ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sleman," ucapnya.
Menurutnya, ketika ada tambahan kunjungan dari luar daerah maka pendapatan dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat. Meski demikian, persoalan promosi kerap kali masih jadi kendala.
Apabila meninjau dari kunjungan SCW tahun sebelumnya, jumlahnya masih belum maksimal. SCW pertama hanya 7.500 pengunjung, SCW kedua 8.000 pengunjung, dan SCW ketiga 10.000.
"Yang dibutuhkan adalah kegembiraan dari masyarakat luar. Target kami kali ini adalah 12.500-15.000 pengunjung," tegasnya.
Apabila dilihat sebelumnya, Kus juga mengatakan belum ada wisatawan mancanegara yang datang dalam agenda SCW. "Kami akan melaksanakan kegiatan kreatif serupa tidak hanya pada bulan Oktober. Jadi ada pemerataan," sebutnya.
Sementara itu, salah satu panitia Ngaran Kite Festival Kasan Kurdi menuturkan, penyelenggaraan acara ini diharapkan bisa menjadi momen agar peserta lebih dekat dengan isu lingkungan. Terlebih, cuaca kini semakin tidak bisa terprediksi.
"Kami adakan di sawah juga dengan harapkan agar anak muda bisa lebih dekat pada dunia pertanian," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita