SLEMAN - Sleman menjadi salah satu wilayah dengan angka harapan hidup tertinggi. Untuk itu, berbagai kegiatan pemberdayaan lansia, termasuk olahraga semakin banyak diminati.
Berdasarkan data dari BPS, angka harapan hidup di Sleman pada 2022 sebesar 75,17 tahun. Angka ini meningkat pada 2023 menjadi 75,26 tahun.
"Kami memiliki gerakan senam lansia sembada yang berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Sleman. Ketika covid, kami memiliki senam Sleman bangkit," ujar Sekretaris Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Kabupaten Sleman Siti Baroroh.
Baca Juga: Kaporles Kebumen: Walpri Harus Netral, Dilarang Terima Fasilitas dari Paslon
Siti menilai, para lansia terutama perempuan ini perlu diberi perhatian khusus. Termasuk dalam kegiatan olahraga. Dia berharap, gerakan-gerakan ringan ketika senam bisa membuat tubuh mereka tetap bugar.
"Kami sudah menyelenggarakan senam massal di 17 kapanewon. Setiap kali diadakan, pesertanya 750-1.000 orang," tambah Siti.
Menurutnya, senam adalah olahraga yang bisa dinikmati semua kalangan. Terlebih, biaya yang diperlukan juga murah.
Di sisi lain, Perwosi Sleman juga mengajak masyarakat untuk berolahraga sembari mengenang permainan tradisional, seperti gerobak sodor, egrang, hingga kasti.
"Kita fokus menggerakkan wanita agar tidak hanya melulu sibuk dengan kegiatan rumah tangga. Banyak beban yang berpusat pada perempuan," terang Siti.
Baca Juga: Muchamad Nur Aziz Cuti selama Kampanye, Ahmad Aziz Jadi Pejabat Sementara Wali Kota Magelang
Untuk itu, dia menekankan pula pentingnya kesehatan jiwa bagi para lansia terutama perempuan. "Kami juga adakan sosialisasi kesehatan jiwa. Harapannya agar masyarakat tidak stres," ungkap Siti.
Sementara itu, peserta senam Martaida merasa senang dengan kegiatan semacam ini. Menurutnya, ini jadi hiburan bagi para lansia.
"Kami diajak semangat dan tidak loyo. Gerakannya juga tidak terlalu berat," ucap perempuan 63 tahun ini. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita