Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merapi Muntahkan Sekali Awan Panas Guguran dan 20 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1.800 Meter

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 24 September 2024 | 10:33 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Terjadi 1 kali awan panas guguran ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan estimasi jarak luncur 1200 meter.

Teramati 20 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1800 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi terkini. 

Periode pengamatan Senin 23 September 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Baca Juga: Polresta Magelang Punya Traffic Management Centre, Bisa Pantau Arus Lalin hingga Tawuran

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung. 

Angin bertiup tenang ke arah barat. 

Suhu udara 15-28 °Celcius, kelembaban udara 64-99 persen, dan tekanan udara 768.2-918.6 mmHg. 

Volume curah hujan 14 milimeter per hari. 

Gunung terlihat jelas, kabut 0-III, kabut 0-II, kabut 0-I. 

Asap kawah tidak teramati. 

Baca Juga: Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Imbau Petani Segera Menanam, Ini Alasannya

Terjadi kegempaan awan panas guguran, guguran, low frekuensi, hybrid/fase banyak, dan tektonik jauh. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi Siaga Level 3. 

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Baca Juga: Pikap Milik Ponpes Al-Manar Muhammadiyah Pengasih Terbakar di Jalan Protokol, Asap Muncul dari AC akibat Korsleting

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi #erupsi Gunung Merapi