SLEMAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman membuka pendaftaran bagi 1.731 orang pengawas tempat pemungutan suara (TPS). Mereka bertugas mengawasi adanya kecurangan di TPS masing-masing tidak hanya saat pencoblosan suara saja.
"Masa tugas satu bulan. Ketika sudah dilantik dan diberi pembekalan sudah mulai bertugas," ujar Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu Sleman Ahmad Shidiq Wiratama Selasa (17/9/2024).
Dia menekankan, pengawas TPS diminta untuk melakukan pengawasan secara seksama. Misalnya, saat masa tenang. Mereka akan dilibatkan untuk memantau apakah masih ada alat peraga yang terpasang atau tidak.
Begitu pula ketika menjelang hari pemungutan suara. Mereka harus melakukan pengawasan terhadap pendistribusian logistik ke TPS masing-masing. "Tugasnya sebelum sampai nanti penghitungan suara dan pengembalian logistik," ucap Ahmad.
Baca Juga: Duta Safety Riding Peroleh Beasiswa Pendidikan dari Yayasan AHM
Dia menjelaskan, tidak ada aturan baku terkait jam kerja dari pengawas TPS. Namun, Bawaslu akan meminta komitmen penuh dari pengawas. Sehingga, ketika ada persoalan bisa langsung melakukan koordinasi.
"Kami berharap masyarakat Sleman bisa terlibat aktif dengan menjadi pengawas. Sehingga, pilkada nanti hasilnya berkualitas," harapnya.
Ahmad turut menuturkan, hingga Senin (17/9/2024) lalu, jumlah pendaftar sudah mencapai 465 orang. Nantinya apabila hingga 28 September belum memenuhi kuota, maka dilakukan perpanjangan. "Kalau dari pemilu kemarin kami agak kesulitan karena masyarakat lebih dulu berminat mendaftar KPPS. Kalau sekarang, kami yang buka duluan," jelasnya.
Sementara itu, Staf Teknis Panwascam Kapanewon Sleman Muhammad Toha menjelaskan, proses pendaftaran berjalan lancar. Pendaftar juga banyak dari perempuan sehingga dia yakin kuota perempuan sebesar 30 persen bisa terpenuhi.
"Dari kebutuhan 114 orang, sudah terdapat 66 pendaftar. Harapannya nanti pengawas bisa melek teknologi karena pakai aplikasi Siwaslu," ujarnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita