SLEMAN - Libur panjang yang bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah menjadi berkah bagi pengelola wisata jip Merapi. Sebab jumlah wisatawan melonjak drastis dibanding Agustus.
Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Wilayah Barat Dardiri menjelaskan, puncak kunjungan terjadi pada Sabtu dan Minggu (14-15/9/2024). Dia memperkirakan, wisatawan yang turut ikut lava tour mencapai 23.000 orang. Umumnya mereka memesan paket medium dengan harga Rp 500 ribu. "Malam itu saya monitor. Jam setengah tujuh masih ramai. Jadi ekonomi masyarakat sekitar juga pasti naik," jelasnya Senin (16/9/2024).
Baca Juga: Andika Perkasa Pamer Punya Besan Orang Kebumen, Jenderal Bintang Tiga Mantan Pangdam Udayana
Dardiri menuturkan, jumlah kunjungan pada bulan lalu hanya sekitar 1.500 orang. Waktu tersebut kemudian digunakan untuk membenahi armada. "Jadi semua bisa tertata," jelasnya.
Dia menuturkan, berkah kunjungan ini juga diikuti dengan tanggung jawab besar. Utamanya dalam memastikan keamanan para wisatawan. Untuk itu, penjagaan di titik-titik rawan turut diperketat. "Alhamdulillah tidak ada insiden," ucapnya.
Dardiri mengaku, memastikan semua sopir jip untuk patuh pada aturan bukan merupakan hal mudah. Untuk itu, ketegasan jadi langkah yang harus dilakukan. "Armada tidak layak, langsung kami hentikan. Malam hari ada yang lampunya mati kami minta langsung ganti," ujarnya.
Menurutnya, sebagai penyedia jasa, kualitas pelayanan harus terus dijaga. Terlebih, jip merapi adalah wisata ekstrem. Tak jarang setelah bermanuver di air, jip mengalami mogok.
"Paling penting keamanan. Kalau jip sedang pawai panjang juga harus beri jalan untuk yang lain. Jangan bikin masalah pokoknya," pesannya.
Ke depan, Dardiri akan menggencarkan paket khusus jip untuk melihat lava pijar di malam hari. Nantinya, pengunjung akan dibawa mendekat tujuh sampai sembilan kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Wisatawan dari Jakarta Septi Aminasari menjelaskan, yakin dengan keamanan dari jip meski melakukan berbagai manuver. "Tertarik sewa jasa jip karena ingin tahu soal sejarah Merapi," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita