SLEMAN - Transmigrasi dipercaya sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan taraf perekonomian. Tak heran, animo warga Sleman untuk mendaftar jadi begitu tinggi.
Pada 2024, Kabupaten Sleman memperoleh kuota untuk empat kartu keluarga. Dua akan berangkat ke Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Dua sisanya ke Padang Tarok, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Rencananya mereka akan berangkat pada November mendatang.
"Tujuan program ini adalah pemerataan penduduk, pengentasan kemiskinan, dan pemanfaatan sumber daya alam di sana," ujar Kepala Bidang Pelatihan dan Transmigrasi Nisa Fidyati.
Jumlah alokasi dari negara ini berkurang jika dibandingkan tahun lalu yang berjumlah lima. Padahal, daftar tunggu kini sudah mencapai 30 kartu keluarga. "Program ini jelas memerlukan biaya luar biasa untuk membuka lahan di lokasi tujuan," tambah Nisa.
Nantinya, para transmigran ini akan mendapatkan beragam fasilitas. Mulai dari rumah siap huni, lahan pekarangan dan usaha seluas dua hektare. Kemudian jatah hidup 12 bulan untuk lahan kering dan 18 bulan untuk lahan basah. Hingga bantuan modal usaha sebesar Rp13 juta tiap kartu keluarga.
Untuk itu, sebelumnya dilakukan seleksi terlebih dahulu. Mulai dari administrasi, kesehatan, wawancara, hingga verifikasi di lapangan.
"Program transmigrasi bukan sekadar untuk masyarakat ekonomi miskin dan terbelakang. Justru diharapkan bisa membawa dampak baik di wilayah yang baru," tegas Nisa.
Baca Juga: Hujan Menghilang! Suhu Panas Kembali Terasa di DIY, Berikut Penjelasan BMKG
Nisa sendiri mengakui, bahwa mencari calon transmigran yang benar-benar memiliki komitmen bukanlah hal yang mudah. "Harus bulatkan tekad. Program ini manfaatnya luar biasa," pesannya.
Sementara itu, warga Sleman Arinda Qurnia Yulfidayanti menjelaskan, banyak pertimbangan untuk mau pindah keluar Jawa.
"Aku sendiri belum berminat. Tidak tahu tipikal tanah di sana dan bingung nanti harus usaha apa," jelasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita