SLEMAN - Aliran di Selokan Mataram akan dimatikan pada 16 Oktober hingga 2 Desember mendatang. Meski demikian, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3)
Kabupaten Sleman memastikan pasokan air untuk tanaman pangan bisa tercukupi.
Selain Selokan Mataram, Saluran Van Der Wijck juga turut dimatikan pada 1 hingga 31 Oktober.
Ke depannya, kedua saluran ini akan rutin dimatikan selama satu bulan, yakni bulan Oktober. Hal ini dilakukan untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan secara menyeluruh.
"Kami sudah antisipasi dengan berbagai pihak, termasuk petani," ujar Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Air BBWSSO Rr. Vicky Ariyanti.
Antisipasi tersebut dilakukan dengan melakukan rapat koordinasi yang dituangkan dalam berita acara pada Rabu (31/7) lalu.
Disebutkan pematian aliran air ini sudah jadi kesepakatan bersama. Petani juga diharapkan bisa bergabung dengan perkumpulan petani pemakai air.
"Mohon diperhatikan jadwal tahun-tahun berikutnya. Pematian air dikonsepkan untuk pemeliharaan saluran," terang Vicky.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan DP3 Sleman Siti Rochayah memastikan air untuk tanaman pangan mencukupi.
Dia menjelaskan, selama empat tahun terakhir bantuan pompa maupun sumur banyak diberikan pada masyarakat. Baik itu melalui APBD maupun dari pokok pikiran dewan.
"Untuk bidang tanamanan pangan saja tahun ini ada 17 sumur," jelas Siti.
Sosialisasi yang dilakukan jauh-jauh hari juga membuat petani sudah mengatur jadwal penanaman lebih cepat.
"Saat air dimatikan, petani sudah memasuki masa panen," terangnya.
Dia menilai, tidak banyak keluhan petani soal pematian aliran ini.
Hanya saja pada 2023 lalu, kondisi el nino yang panjang membuat tanah lahan pecah-pecah.
"Tahun ini diperkirakan la nina dan hujan pada Oktober cenderung normal. Jadi lebih aman," tambah Siti.
Dia menambahkan, petani juga akan cenderung beralih dari komoditas padi yang kebutuhan airnya tinggi.
Hal ini dilakukan untuk mencegah banyaknya modal yang diperlukan. Khususnya dalam membeli bensin sebagai bahan bakar dari mesin pompa.
"Target penanaman dari kami sudah menyesuaikan dengan ketersediaan air. Tidak akan muluk-muluk," tambah Siti. (del)
Editor : Bahana.