Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 53 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 3 September 2024 | 10:37 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

SLEMAN - Teramati 53 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Senin 2 September 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung. 

Baca Juga: Marak Bullying di Lingkungan Sekolah, Ini Langkah Yang Dilakukan Pemkot Jogja

Angin bertiup tenang ke arah timur. 

Suhu udara 14.6-27.8 °Celcius, kelembaban udara 50-99 persen, dan tekanan udara 873.4-974.1 mmHg. 

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, kabut 0-III, kabut 0-I. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 100 meter di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan Guguran, Low Frekuensi, Hybrid/Fase Banyak, Vulkanik Dangkal, dan Tektonik Jauh. 

Tingkat Aktivitas Gunung Merapi berada di level 3 Siaga sejak 5 November 2020. 

Baca Juga: Sinergi Pentahelix Jadi Strategi Upaya Pengembangan Sektor Pariwisata di Sleman

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Baca Juga: Sempat Dukung Halim Abdul Muslih Dua Periode, Kini Muhammad Djawis Masruri Nawawi atau Kiai Djawis Condong ke Untoro-Wahyudi

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi