SLEMAN - Proses Pilkada Sleman 2024 memasuki tahapan pengecekan kesehatan. Dari kemarin (30/8) dan hari ini (31/8), kedua bapaslon akan diperiksa dari segi jasmani, rohani, hingga narkoba.
Direktur RSUD Sleman Novita Krisnaeni menerangkan, pemeriksaan kesehatan ini melibatkan 33 tenaga kesehatan (nakes). Baik medis maupun non-medis. "Pemeriksaan kesehatan kami jadwalkan selesai dalam dua hari, hari ini (kemarin, Red) dan besok (hari ini, Red). Hasil akan kami sampaikan tanggal 4 September," ujarnya kemarin.
Dia menjelaskan, untuk pemeriksaan jasmani dilakukan pada semua aspek seperti jantung, MRI, dan USG. Sementara pemeriksaan rohani ada sekitar 500 pertanyaan yang harus dikerjakan kedua bapaslon. Selanjutnya untuk pemeriksaan narkoba, RSUD Sleman bekerja sama dengan BNN.
"Kami melibatkan banyak dokter. Hasil pemeriksaan akan kami satukan dan tentukan melalui sidang pleno," ucapnya.
Menurut Novita, hasil akhir dari seluruh pemeriksaan ini adalah penilaian bapaslon bisa menjalankan ketugasannya selama lima tahun ke depan atau tidak.
Sebelumnya, kedua bapaslon juga telah diimbau melakukan persiapan. Di antaranya, menunda makan 6-8 jam sebelum pemeriksaan, cukup tidur 5-7 jam, hingga tidak mengonsumsi obat penenang.
Bakal calon bupati Kustini Sri Purnomo berharap, dia bersama pasangannya Sukamto bisa menjalani pemeriksaan dengan lancar. "Semoga hasilnya sehat dan bisa melalui seluruh tahapan yang akan dilaksanakan," ucap Kustini.
Begitu pula dengan Harda Kiswaya. bakal calon bupati ini memohon doa restu agar tidak ada masalah dalam pemeriksaan kesehatan ini. "Mohon doanya agar hasilnya sehat. Jadi nanti memenuhi syarat untuk maju sebagai calon bupati-wakil bupati," ucapnya. (cr1/laz)
Editor : Satria Pradika