Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Satu Rute Teman Bus Dipenuhi 1.400 Penumpang, Bus Kota Modern di Sleman Disukai Pelajar dan Mahasiswa

Gunawan RaJa • Jumat, 30 Agustus 2024 | 21:51 WIB
Suasana dalam Teman Bus Koridor 1 Ngaglik (Terminal Pakem-Terminal Condongcatur) pada Jumat pagi (30/8/2024).  (GUNAWAN/Radar Jogja)
Suasana dalam Teman Bus Koridor 1 Ngaglik (Terminal Pakem-Terminal Condongcatur) pada Jumat pagi (30/8/2024). (GUNAWAN/Radar Jogja)

SLEMAN - Sistem bus perkotaan modern di wilayah Provinsi D.I Jogjakarta semakin diminati oleh masyarakat. Kenyamanan fasilitas, integrasi rute, serta tarif terjangkau membuat bus kota menjadi pilihan terutama bagi pelajar dan mahasiswa.

Peningkatan antusiasme masyarakat terlihat dari lonjakan jumlah penumpang.

Seperti disampaikan driver Teman Bus Koridor 1 Ngaglik yakni, Terminal Pakem-Terminal Condongcatur Kus Nugroho.

"Sejak beroperasi 2020 sampai dengan sekarang, jumlah penumpang terus meningkat," kata Kus Nugroho pada Jumat (30/8/2024).

Dikatakan, lonjakan penumpang sangat terasa ketika memasuki tahun ajaran baru sekolah maupun akademik. Moda transportasi ini beroperasi setiap hari sejak pukul 05.00 WIB-19.05 WIB.

"Penumpang PP (pergi-pulang) dari Terminal Pakem rata-rata turun di RSUP Dr Sardjito, Kopma UGM, RS Panti Rapih, Kampus UNY, dan Terminal Condongcatur," ujarnya.

Rute Teman Bus terbagi dalam koridor 1, 2, dan 3. Khusus koridor I area Condongcatur-Pakem, dalam satu hari tersedia 15 unit. Masing-masing bus kapasitasnya 34 penumpang. Untuk informasi rute dapat dipantau melalui aplikasi Mitra Darat.

"Rata-rata pe hari ada 1.200-1.400 penumpang, 75 persen di antaranya anak sekolah dan mahasiswa," ujarnya.

Bisa dipastikan pada jam krodit pagi hari, penumpang full. Kenyamanan fasilitas, rute terintegrasi, serta tarif terjangkau membuat bus kota menjadi pilihan terutama bagi pelajar dan mahasiswa.

"Tarif pelajar dan mahasiswa Rp 2.000, umum Rp 3.600," ungkapnya.

Dia mengingatkan, bus modern menerapkan sistem pembayaran tanpa uang tunai. Penumpang cukup membayar dengan kartu elektronik (e-money) atau perangkat wearable seperti wristband yang dilengkapi teknologi NFC (Near Field Communication).

Baca Juga: Graham Arnold Yakin Australia Mampu Sapu Bersih Dua Pertandingan Pembuka di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Melawan Bahrain dan Indonesia

"Penumpang cukup menempelkan kartu atau QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Pembayaran menggunakan kode QR," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang penumpang Stavani Danyati mengaku cukup terbantu dengan keberadaan bus kota modern. Setiap hari pulang pergi ke sekolah naik bus dari Terminal Pekem.

"Merasa lebih aman dan nyaman, kalau pakai motor panas," kata Stevani. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Teman Bus Jogja #Teman Bus #trans jogja #transjogja