SLEMAN, RADAR JOGJA - Proses pilkada Sleman memasuki tahapan pengecekan kesehatan.
Dari Jumat-Sabtu (30-31/8), kedua paslon akan diperiksa dari segi jasmani, rohani, hingga narkoba.
Direktur RSUD Sleman Novita Krisnaeni menerangkan, pemeriksaan kesehatan ini melibatkan 33 tenaga kesehatan.
Baik itu medis maupun non-medis.
"Pemeriksaan kesehatan kami jadwalkan selesai dalam dua hari, hari ini dan besuk. Hasil akan kami sampaikan tanggal 4 September," ujar Novita.
Dia menjelaskan, untuk pemeriksaan jasmani dilakukan pada semua aspek, seperti jantung, MRI, dan USG.
Sementara pemeriksaan rohani, ada sekitar 500 pertanyaan yang harus dikerjakan kedua paslon.
Selanjutnya, untuk pemeriksaan narkoba, RSUD Sleman bekerja sama dengan BNN.
"Kami melibatkan banyak dokter. Hasil pemeriksaan akan kami satukan dan tentukan melalui sidang pleno," ucapnya.
Menurut Novita, hasil akhir dari seluruh pemeriksaan ini adalah penilaian paslon bisa menjalankan ketugasannya selama lima tahun ke depan atau tidak.
Sebelumnya, kedua paslon juga telah diimbau melakukan persiapan.
Di antaranya, menunda makan 6-8 jam sebelum pemeriksaan, cukup tidur 5-7 jam, hingga tidak mengonsumsi obat penenang.
Calon bupati Kustini Sri Purnomo berharap, dia bersama Sukamto bisa menjalani pemeriksaan dengan lancar.
"Semoga hasilnya sehat dan bisa melalui seluruh tahapan yang akan dilaksanakan," ucap Kustini.
Begitu pula dengan Harda Kiswaya. Calon bupati tersebut memohon doa restu agar tidak ada masalah dalam pemeriksaan kesehatan ini.
"Mohon doanya agar hasilnya sehat jadi nanti memenuhi syarat untuk maju sebagai calon bupati-wakil bupati," ucapnya.
Editor : Bahana.