RADAR JOGJA - Kontestasi Pilkada Sleman 2024 akhirnya hanya diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati. Kedua pasangan ini pun hasil "pecah kongsi" pemimpin Sleman saat ini, Bupati Kustini Sri Purnomo dan Wakil Bupati Danang Maharsa. Mereka bakal head to head pada coblosan 27 November nanti.
Kedua bakal pasangan calon (bapaslon) ini pun sama-sama memilih hari ketiga atau hari terakhir pendaftaran kemarin (29/8) untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman. Pasangan Harda Kiswaya-Danang Maharsa datang ke KPU lebih dulu pada siang hari, baru sorenya giliran pasangan Kustini Sri Purnomo-Sukamto yang mendatangi KPU.
Pasangan calon bupati-wakil bupati Sleman Harda Kiswaya dan Danang Maharsa diusung oleh 12 partai. Untuk partai parlemen terdiri atas tujuh partai yakni PDIP, PKB, PKS, Partai Gerindra, Partai Golkar, PPP, dan Nasdem dengan Sementara partai non-parlemen terdiri atas lima partai yakni Partai Ummat, Partai Demokrat, Partai Gelora, Partai Buruh, dan PSI. Total suara 638.461 atau 89,09 persen.
Keduanya berangkat dengan berjalan kaki dari rumah Danang menuju ke kantor KPU bersama simpatisan, partai pengusung, hingga pawai budaya. Harda dan Danang tampak mengenakan kemeja putih serta dikawal oleh pasukan bergada.
Harda menegaskan, pencalonannya didasarkan pada dorongan masyarakat yang menginginkan perubahan di Kabupaten Sleman. Menurutnya, banyak wilayah potensial di Sleman tidak menunjukkan kemajuan signifikan.
Dengan pengalamannya mengabdi di pemerintahan Kabupaten Sleman dan dukungan koalisi yang gemuk, Harda mengaku optimistis memenangkan konstestasi lima tahunan ini. "Saya optimistis 99 persen, karena satu persennya milik Tuhan ya," ucap mantan sekda Sleman ini.
Salah satu program utama yang dia usung adalah pemberdayaan bagi anak muda. Baik melalui kuliah gratis hingga sarjana maupun pelatihan keterampilan sebelum memasuki dunia kerja. "Saya yakin jika itu bisa dilakukan, kemiskinan bisa menurun," tambahnya.
Sementara Danang menuturkan, jika terpilih lagi dirinya berjanji akan menjadi pemimpin yang amanah dan siap diawasi secara total. “Saya sudah memahami dan menyadari permasalahan yang ada di Sleman," terangnya.
Danang berjanji akan melaksanakan program berbasis kerakyatan, seperti penanganan kemiskinan, sampah, dan stunting. "Koalisi dan kedekatan partai akan kami jaga, agar bisa terus berkolaborasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan," tegasnya.
Koeswanto selaku Ketua Koalisi Sleman Baru (KSB) menjelaskan, komposisi dukungan Harda-Danang sangat variatif. Mulai dari parpol nasionalis, religius, hingga berbagai profesi dan latar belakang. "Sebanyak 12 parpol memberikan dukungan hingga akar rumput demi mencapai Sleman maju dan sejahtera," tuturnya.
Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Baehaqi memastikan, seluruh berkas pendaftaran Harda-Danang telah lengkap. "Kami fokus pada pemeriksaan dokumen terkait kebenaran dan kelengkapan pencalonan," tegasnya.
Sementara itu, calon bupati-wakil bupati Sleman Kustini Sri Purnomo-Sukamto sebelum ke KPU untuk mendaftar, didahului dengan deklarasi Koalisi Rakyat Sleman di samping Lapangan Denggung. Deklarasi dibuka dengan pagelaran hadroh oleh ibu-ibu yang seragam menggunakan baju putih dan berkerudung merah.
Setelahnya, dilanjutkan oleh orasi partai koalisi dan perwakilan masyarakat. "Kemarin banyak dinamika, godaan, bahkan tekanan. Tapi hari ini pendaftaran dapat terlaksana berkat seluruh dukungan dan doa," ucap Ketua Koalisi Rakyat Sleman Raden Inoki Azmi Purnomo.
Inoki mengaku, koalisinya akan membuktikan bisa memenangkan Pilkada 2024. Hal ini dilakukan dengan kerja-kerja relawan yang akan memasuki seluruh lapisan masyarakat. "Pilkada 2024 ini adalah kemenangan rakyat dan bukan pimpinan partai yang bergerombol," tegasnya.
Kustini-Sukamto sendiri diusung oleh Koalisi Rakyat Sleman. Terdiri atas satu partai parlemen yaitu PAN dan lima partai non-parlemen yakni Partai Perindo, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Garuda, Partai Bulan Bintang, dan Partai Hanura. Parpol-parpol ini memiliki 77.584 atau 10,82 persen. Namun perlu diketahui, Partai Hanura tidak memiliki surat rekomendasi dari DPP. Sehingga, tidak bisa ikut menjadi partai pengusung di KPU.
Setelah melakukan deklarasi, Kustini-Sukamto berjalan menuju kantor KPU Sleman diiringi relawan, bregada beratribut lengkap dengan alat musik, serta relawan yang memakai kostum punakawan.
Kustini menjelaskan, kondisi Sleman sudah maju dan baik. Kalau pun ada kekurangan akan diperbaiki bersama-sama. Setelah pendaftaran ini, dia akan aktif terjun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi. "Awalnya mau di-kotak kosong, tapi setelah keputusan MK kini justru terlihat dukungannya berjubelan begini," tambahnya.
Sementara itu Sukamto mengimbau agar masyarakat Sleman memilih pasangan yang sudah terlihat bekerja. "Jangan pilih yang tidak ada buktinya. Itu berarti omong kosong," ucapnya.
Anggota DPR RI ini mengaku seluruh masyarakat Sleman tahu bahwa dia dan Kustini telah bekerja keras untuk rakyat. "Kalau saya melanggar hak masyarakat, silakan demo ramai-ramai," tandasnya.
Program unggulan dari keduanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan pemberian honorarium pada pengurus desa di tingkat dusun, RT, dan RW. "Truk material di lereng Merapi juga akan kami tambah Rp 10 ribu-Rp 50 ribu untuk setiap angkutannya," tutur Sukamto.
Ia menjelaskan jika Koalisi Rakyat Sleman adalah bentuk kerja sama dengan rakyat. Oleh sebab itu, dia mengaku tidak takut meski harus melawan koalisi besar. "Seratus persen yakin menang telak. Enam puluh pesen lebih ketika pemilihan nanti. Rakyat saja dekat dengan saya," tegasnya.
Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Baehaqi memastikan, seluruh berkas pendaftaran Harda-Danang dan Kustini-Sukamto telah lengkap. Kedua pasangan ini diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Sleman, Sabtu (31/8). (cr1/laz)