Pendaftaran keduanya didahului dengan deklarasi Koalisi Rakyat Sleman di samping Lapangan Denggung.
Deklarasi dibuka dengan pagelaran hadroh oleh ibu-ibu yang seragam menggunakan baju putih dan berkerudung merah.
Setelahnya, dilanjutkan oleh orasi partai koalisi dan perwakilan masyarakat.
"Kemarin banyak dinamika, godaan, bahkan tekanan. Tapi hari ini pendaftaran dapat terlaksana berkat seluruh dukungan dan doa," ucap Ketua Koalisi Rakyat Sleman Raden Inoki Azmi Purnomo.
Inoki mengaku, koalisinya akan membuktikan bisa memenangkan pilkada 2024. Hal ini dilakukan dengan kerja-kerja relawan yang akan memasuki seluruh lapisan masyarakat.
"Pilkada 2024 ini adalah kemenangan rakyat dan bukan pimpinan partai yang bergerombol," tegasnya.
Kustini-Sukamto sendiri diusung oleh Koalisi Rakyat Sleman. Terdiri atas satu partai parlemen, yaitu PAN dan lima partai non-parlemen, yakni Partai Perindo, Partai Kebangkitan Nusantara, Partai Garuda, Partai Hanura, dan Partai Bulan Bintang.
"Walau partai kami kecil, tapi kami adalah koalisi rakyat," tutur Kustini.
Menurutnya, kondisi Sleman sudah maju dan baik. Kalau pun ada kekurangan akan diperbaiki bersama-sama.
Setelah pendaftaran ini, dia mengaku akan aktif terjun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi.
"Awalnya mau di kotak kosong, tapi setelah keputusan MK kini justru terlihat dukungannya berjubelan begini," tambahnya.
Sementara itu, Sukamto mengimbau agar masyarakat Sleman memilih pasangan yang sudah terlihat bekerja bagi masyarakat.
"Jangan pilih yang tidak ada buktinya. Itu berarti omong kosong," ucapnya.
Sukamto mengaku, seluruh masyarakat Sleman telah mengenal dan tahu bahwa dia dan Kustini telah bekerja keras untuk rakyat.
"Kalau saya melanggar hak masyarakat silakan demo ramai-ramai," tandasnya.
Setelah melakukan deklarasi, keduanya berjalan menuju kantor KPU Sleman diiringi dengan bregodo dan seluruh relawan.
Editor : Bahana.