RADAR JOGJA - Taman yang berada di area tengah sepanjang Jalan Affandi, Gejayan mulai dilakukan revitalisasi. Untuk keperluan itu, ada 160 pohon yang ikut ditebang.
Petugas pemotongan Agus Sutikno menjelaskan, pemotongan pohon dimulai sejak Selasa (27/8) dan ditargetkan selesai hari ini (28/8). "Sepanjang lampu merah perempatan sampai ke selokan maju sedikit kira-kira 700 meter," bebernya.
Selama pengerjaan, dia dan timnya turut memasang tanda pengerjaan jalan. Dengan demikian, para pengendara bisa lebih hati-hati.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Epiphana Kristiyani memastikan, pohon yang ditebang ini akan diganti. "Tidak mungkin tidak ada pohonnya. Pasti ada pohonnya, percaya saja," tegasnya saat ditemui di kantor DLH.
Epiphana menyebut, ada 160 pohon jenis glodogan yang ditebang. Nantinya akan diganti dengan pohon tabebuya dan pohon asam. "Sudah jelas jelek sekali begitu, orang yang lihat pasti tahu. Jadi perlu direvitalisasi," tuturnya.
Saat ditanya soal masa tanam pohon yang lama, Epiphana menjelaskan jika DLH tidak akan menggantinya dengan pohon berukuran kecil. "Kami coba cari yang hampir sama dengan kemarin," tuturnya.
Dia menjelaskan, revitalisasi ini ditargetkan selesai pada 10 Desember. Nantinya bangunan taman dengan tinggi sekitar setengah meter ini juga akan diturunkan. "Kira-kira hampir setinggi jalan, tetapi lebih tinggi sedikit," tambahnya.
Dia berharap, dengan adanya revitalisasi ini, taman-taman di Sleman bisa elok dipandang. "Denggung sudah. Taman di Prambanan itu batunya sudah tidak bagus. Harapannya semua jadi cantik," tandasnya. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika