RADAR JOGJA - Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo mendorong masyarakat Bumi Sembada untuk berkreasi dalam pelestarian kesenian tradisional. Khususnya seni tari.
Menggelar lomba seni tari, menurut Kustini, termasuk bentuk upaya pelestarian budaya. Sekaligus memperkaya potensi wisata budaya lokal. Terlebih jika acara itu digelar di desa wisata. "Saya harap kegiatan ini dapat merangkul generasi muda khususnya di Kabupaten Sleman untuk kembali menekuni seni tari sebagai bagian dari keanekaragaman budaya sekaligus melestarikan seni tradisi,” tutur Kustini.
Sebagaimana diketahui, desa wisata masuk kategori destinasi pariwisata minat khusus. Kekhasan yang ada di masing-masing desa wisata menjadi magnetnya.
Selain memang harus ada gelaran seni budaya, keseharian penghuni desa wisata juga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ini biasanya dialami wisatawan perkotaan yang ingin merasakan suasana lain di pedesaan.
Nah, para wisatawan bisa menginap di _home stay_ yang tersedia. Atau menginap di rumah-rumah warga setempat. Mereka bisa mengikuti kegiatan harian penghuni rumah, yang rata-rata berprofesi petani. Mulai mencangkul ladang, membajak sawah, hingga memanen padi.
Para wisatawan juga bisa belajar menggamel atau karawitan di desa wisata yang menyediakan fasilitas tersebut. "Semua itu bisa dikemas secara apik untuk menambah minat wisatawan berkunjung ke desa wisata," imbau bupati.
Geliat desa wisata yang dinamis diyakini bakal berbanding lurus dengan peningkatan perekonomian bagi warga setempat. Yang selanjutnya akan berdampak kesejahteraan masyarakat.
Itulah yang diharapkan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam upaya pelestarian kesenian budaya di desa wisata.(cr1)
Editor : Satria Pradika