SLEMAN - Teramati empat kali Awan Panas guguran (APG) ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur estimasi 1.000 meter.
Teramati 71 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi terkini.
Periode pengamatan Minggu 24 Agustus 2024 pukul 00:00-24:00 WIB (pengamatan selama 24 jam).
Gunung Merapi di Sleman memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman DIY, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.
Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Suhu udara 14.5-28° celcius, kelembaban udara 50-99 persen, dan tekanan udara 838.2-951.6 mmHg.
Gunung terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 20 meter di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan Awan Panas Guguran, Guguran, Low Frekuensi, dan kegempaan Hybrid/Fase Banyak.
Baca Juga: Lantian Juan Rebut Juara Umum Trial Game Dirt 2024 Seri Ketiga
Sedangkan tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level 3 (Siaga) sejak 5 November 2020.
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin