RADAR JOGJA – Bakal pasangan calon bupati-wakil bupati Sleman Harda Kiswaya-Danang Maharsa pada Pilkada 2024 kembali mendapatkan surat rekomendasi. Kali ini giliran dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sebelumnya, rekom serupa dari PDIP dan NasDem telah dikantongi Harda-Danang. "Gerindra, Golkar, PKS, dan PKB dalam perjalanan," tegas Harda usai menerima surat rekomendasi di Kantor DPC PPP Sleman kemarin (25/8).
Meskipun empat partai belum menurunkan surat rekomendasi, namun dukungan tujuh partai parlemen tersebut mengarah padanya. Menyisakan PAN, yang disebut Harda tidak membuka pendaftaran.
Meski demikian, Harda mengaku sudah siap untuk mendaftar bersama Danang. Rencananya akan datang ke KPU Sleman pada Rabu (28/8). Apabila terpilih, Harda mengaku akan fokus membentuk program kerja di bidang pendidikan. Sehingga anak yang tidak mampu bisa sekolah hingga tingkat sarjana.
Selain itu, di bidang kesehatan agar rumah sakit daerah tidak kekurangan ruang pelayanan. "Keuangan daerah mampu. Masalah keuangan itu nanti juga bisa pinjam dan lain sebagainya," jelasnya.
Sementara itu, Surat rekomendasi dari DPP PPP dengan Nomor: 3239/KPTS/DPP/VIII/2024 langsung ditandatangani oleh Plt Ketua Umum Muhammad Mardiono dan Sekretaris Jenderal Moh Arwani Thomafi. "Sudah kami serahkan pada paslon yang tadi dihadiri oleh juga partai koalisi dan struktur PPP," tutur Ketua DPW PPP DIJ Muhammad Yazid.
Pada kesempatan ini, Yazid turut membagikan Surat Instruksi dari DPW Nomor: 22/IN/DPW/VIII/2024 yang berisi tujuh poin. Pengurus PPP di semua tingkatan diminta melaksanakan dan memenangkan rekomendasi DPP. Apabila pengurus struktural partai terbukti mendukung pasangan di luar rekomendasi, maka akan diberi sanksi. "Tidak ada satu alasan pun untuk berbeda dengan partai. Ini jaminan kami serius memenangkan Harda-Danang," tambah Yazid.
Dia menambahkan, sanksi ini bisa sampai pada pencopotan jabatan. Ketika kader tersebut adalah anggota DPC, maka akan ditindak oleh DPP. Jika merupakan anggota ranting, DPC akan langsung menindaknya.
Yazid menilai, Koalisi Sleman Baru (KSB) yang cukup gemuk bisa membuat pemerintahan Sleman jadi ideal. Baik itu di bidang eksekutif maupun legislatif. Mengingat koalisi ini menguasai 44 dari 50 kursi di DPRD. Dengan kata lain, delapan dari tujuh partai parlemen kecuali PAN bergabung dalam KSB. "Sisanya hanya enam. Jadi legitimasinya kuat," ucap Yazid. (cr1/eno)
Editor : Satria Pradika