Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Keluarkan 60 Guguran Lava Pijar, Jarak Luncur 1,9 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 21 Agustus 2024 | 13:19 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

RADAR JOGJA - Teramati 69 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter.

Teramati 1 kali guguran lava ke arah selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur 1.000 meter.

Terdengar suara 9 kali terdengar dari Pos Babadan dengan intensitas suara kecil hingga sedang.

Demikian laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKB) terhadap kondisi Gunung Merapi.

Periode pengamatan Selasa 20 Agustus 2024 pukul 00:00-24:00 WIB.

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.967 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman DIT, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.

Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.

Suhu udara 14-27 °C, kelembaban udara 55-99 %, dan tekanan udara 768.3-951.8 mmHg.

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang, tipis, dan tinggi 50-100 meter di atas puncak kawah.

Terjadi kegempaan Guguran, Hybrid/Fase Banyak, dan Tektonik Jauh.

Status Gunung Merapi saat ini Level 3 Siaga, ditetapkan sejak 20 Desember 2020.

Rekomendai dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKB) sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #awan panas guguran #Kabupaten Sleman #guguran lava #lava pijar