Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Muntahkan 24 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya, Status Gunung Merapi Level 3 Siaga Sejak 20 November 2020

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:46 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

RADAR JOGJA - Teramati 24 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.

Demikian laporan aktivitas Gunung Merapi di Sleman dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi.

Untuk periode pengamatan Senin 19 Agustus 2024 pukul 00:00-24:00 WIB.

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman DIY, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.

Angin bertiup tenang ke arah barat dan timur.

Suhu udara 13-27 °C, kelembaban udara 26-99.1 %, dan tekanan udara 768.3-918.6 mmHg.

Gunung Merapi terlihat jelas, dan kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25 meter di atas puncak kawah.

Terjadi kegempaan Guguran dan Tektonik Jauh.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level 3 Siaga sejak 5 November 2020.

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Kabupaten Sleman #Awan Panas #lava pijar