SLEMAN - Teramati 63 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng (Barat daya) dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Selasa 13 Agustus 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Baca Juga: Nelayan Gunungkidul Dibantu Jaring Insang Monofilamen untuk Jaring Ikan Layur, Kembung hingga Layang
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, dan berawan.
Angin bertiup tenang ke arah barat,barat daya.
Suhu udara 14.3-25.6 °C, kelembaban udara 25-86 %, dan tekanan udara 768.2-918.6 mmHg.
Secara visual, gunung terlihat jelas, kabut 0-III, dan kabut 0-I.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tipis serta tinggi 50-150 meter di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, dan kegempaan tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level 3 siaga sejak 5 November 2020.
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Baca Juga: Warga Margodadi Sleman Merelokasi dan Meninggikan Makam karena Terdampak Proyek Tol Jogja-Bawen
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin