SLEMAN - Seorang warga Gamping Sleman tewas tertabrak kereta api di bulak (sawah) yang berada di perlintasan kereta Nyamplung Kidul, Balecatur, Gamping, Sleman, Senin (12/8/2024).
Sekitar pukul 05.55 WIB.
Korban menyeberangi rel kereta.
Padahal kereta yang akan melintas tersebut sudah membunyikan klakson.
Namun korban tetap menyeberangi rel, kata saksi mata.
Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro mengatakan kereta yang menabrak korban adalah KA 90 (Mataram).
Lokasi kejadian tepatnya di Km 536+4 Petak Rewulu-Patukan. Masinis KA sudah berulang kali membunyikan semboyan 65 (membunyikan klakson), namun korban tidak menghiraukan.
"Korban tidak menghiraukan (suara klason kereta Mataram), (korban) tetap menyeberang dari utara ke selatan, sehingga temperan (kereta menabrak korban) pun terjadi," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (12/8/2024).
Setelah mendapatkan laporan, Pam Dinas Stasiun Patukan dan Rewulu menyisir lokasi dan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.
Selanjutnya petugas menghubungi petugas Polsek Gamping dan mengevakuasi korban ke RSUP Dr Sarjito Yogyakarta.
"Kami tentu prihatin akan kejadian temperan ini, yang masih sering terjadi karena ketidakpedulian akan keselamatan diri," tuturnya.
Selanjutnya, Kapolsek Gamping AKP Sandro Dwi Rahadian memberikan keterangan bahwa korban adalah Trihadi Wiyono (78 tahun) asal Nyamplung Lor, Balecatur, Gamping, Sleman.
Saat ditemukan, posisi korban di selokan sebelah selatan rel kereta dan telah meninggal dunia dengan tubuh yang tidak utuh.
"Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan Identifikasi dari Petugas Inavis Polresta Sleman, korban dibawa ke RSUP Dr Sardjito," ujarnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin