Dalam lomba ini, para peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak menggunakan berbagai kostum unik.
"Gerak jalan ini untuk perwakilan tiap RT. Ada sepuluh penampil," ujar salah satu panitia, Ulfa Irza.
Menurut Ulfa, tidak ada ketentuan khusus terkait gerakan yang ditampilkan maupun kostum yang digunakan.
Panitia hanya membatasi waktu penampilan saja, yakni selama lima menit.
"Penilaiannya didasarkan kekompakan, yel-yel, kreativitas, dan kostum yang digunakan," ujarnya.
Berdasar pengamatan Radar Jogja, tema yang dibawa tiap peserta sangat beragam.
Mulai dari hewan, dunia pertukangan, tari jatilan, sampai meniru siswa sekolah dasar.
Mereka memadukan tema tersebut dengan gerakan baris-berbaris.
Di sela-sela gerakan, mereka akan menyuarakan yel-yel sampai lagu yang digubah sendiri.
Menurut Ulfa, lomba ini sudah diselenggarakan sejak tahun lalu.
Antusiasme yang tinggi dari para warga membuat panitia menyelenggarakannya kembali.
"Intinya mempererat hubungan tiap warga. Semoga warga RW 20 ini bisa semakin rukun dan kompak," harap Ulfa.
Nantinya, dari perlombaan ini akan diambil satu juara dari katagori bapak-bapak maupun ibu-ibu.
Hadiahnya berupa ikan dan ayam yang bisa diolah warga secara bersama-sama.
Sementa itu, salah satu warga Demangan Wahyu Budi Prasetya menuturkan, niat kelompoknya ikut lomba gerak jalan ini semata-mata untuk memeriahkan kegiatan.
"Menang alhamdulillah, tidak menang ya sudah. Yang penting nanti dibelikan bakmi jawa sama Pak RT," ujar Wahyu.
Kelompoknya yang berasal dari RT 01 sendiri membawa tema panda. Wahyu mengaku ide ini terinspirasi dari anaknya yang suka dengan hewan bercorak hitam putih ini.
"Jadi saya terpikir untuk mendandani bapak-bapak seperti panda," ujar Wahyu.
Menurutnya, kostum ini juga dipilih lantaran menghemat dana. Semua perlengkapan merupakan hasil donatur.
"Warga itu banyak yang jadi peternak ikan jadi punya banyak karung. Jadi, kami pakai saja," tambah Wahyu.
Wahyu menuturkan, untuk mempersiapkan kostum dan gerakan, timnya membutuhkan waktu dua minggu saja.
Dia turut berharap acara semacam ini bisa terus diselenggarakan tiap tahun.
"Tahun kemarin kami tidak menang, tapi semuanya bahagia," ujarnya.
Editor : Bahana.