RADAR JOGJA - Sektor pertanian dan perikanan membutuhkan aliran air yang cukup. Sejauh ini sebagian petani mengandalkan saluran irigasi sebagai sarana pengairan sawah. Demikian pula peternak ikan. Dengan membelokkan aliran air irigasi ke kolam. Tak sedikit pula petani yang memelihara ikan di aliran sungai menggunakan keramba.
Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo berharap, para petani dan peternak ikan ke depan bisa memanfaatkan air bersih dari spam regional.
Hal itu disampaikan Kustini saat memantau pembangunan sistem penyediaan air minum di Padukuhan Sembur, Tirtomartani, Kalasan, belum lama ini. "Dengan adanya spam ini masyarakat semakin mudah mengakses kebutuhan air bersih. Baik untuk keperluan rumah tangga, peternakan, perikanan, pertanian dan sebagainya," tuturnya.
Terutama saat musim kemarau. Ketika debit sumber air menipis, bahkan kering, para petani kesulitan mengairi sawah. Ikan peliharaan di kolam pun lambat pertumbuhannya jika kekurangan air. Kondisi itu diharapkan bisa diantisipasi menggunakan air spam regional. Supaya petani dan peternak ikan tidak merugi dan bisa lebih sejahtera.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Sembada Sleman Dwi Nurwata mengungkapkan bahwa pembangunan spam tersebut memang untuk mendukung pelayanan air bersih. Khususnya di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN).
Menurutnya, spam tersebut melayani kurang lebih 1.200 sambungan rumah. Adapun targetnya 2.400 sambungan rumah. “Selain itu kapasitas delapan liter per detik untuk pelayanan non domestik dan fasilitas umum,” jelasnya.(cr1)
Editor : Satria Pradika