RADAR JOGJA - Teramati Guguran lava sebanyak 3 kali jarak luncur maksimum 1600 meter kearah barat daya/kali Bebeng
Suara guguran terdengar sebanyak 3 kali kategori sedang dari PGM Babadan.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Kamis 1 Agustus 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi mendung, berawan, dan hujan.
Angin bertiup tenang ke arah timur.
Suhu udara 16-25.5 °C, kelembaban udara 55-99 %, dan tekanan udara 768-918 mmHg.
Volume curah hujan 3 mm per hari.
Gunung Merapi berkabut 0-III, dan jelas.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, dan hybrid/fase banyak.
*KEGEMPAAN*
Tingkat Aktivitas Gunung Merapi masih ada di level III (Siaga) Sejak 5 November 2020.
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Baca Juga: Menikmati Ice Cream Ala Jepang Miyuki Reserve di Dekat Pasar Ngasem
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin