RADAR JOGJA - Teramati 1 kali awan panas guguran ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur 1000 meter.
Teramati 15 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1700 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Selasa 30 Juli 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Baca Juga: Terkendala Pembebasan Lahan, Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 Terhambat
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat.
Suhu udara 14-23.5 °C, kelembaban udara 68-97.8 %, dan tekanan udara 768.2-918.5 mmHg.
Baca Juga: Pengrajin Kayu di Gunungkidul Dukung Kesejahteraan Masyarakat, Dapat Bantuan Peralatan Produksi
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 50-100 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan awan panas guguran, guguran, hybrid/fase banyak, dan vulkanik dangkal.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Baca Juga: Kalurahan Se-Kulon Progo Ajukan Proposal Danais Rp 100 Juta, Ini Alasannya
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Baca Juga: PJSI DIY Andalkan Ridho Barakallah untuk Sabet Emas di PON 2024
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin