Wakil Direktur RSKIA Sadewa Joko Hastaryo mengatakan, seminar bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa program bayi tabung sudah tersedia di Jogja. Para peserta merupakan pejuang “garis dua” yang telah berjuang keras untuk mendapatkan keturunan.
“Klinik IVF Center memfasilitasi dan membantu para pasangan yang mengalami kesulitan dalam kehamilan, untuk dilakukan pemeriksaan dan terapi di klinik IVC Sadewa,” kata Joko.
Joko menyampaikan, anak pertama hasil bayi tabung yang lahir di RSKIA Sadewa kini berusia 4 tahun 9 bulan. Hingga saat ini, angka keberhasilan program bayi tabung di RSKIA Sadewa mencapai sekitar 30 persen. Sesuai dengan rata-rata nasional. RSKIA Sadewa terus berupaya meningkatkan kualitas layanan untuk mendekati angka keberhasilan yang lebih tinggi.
“Kami sudah mendekati angka rata-rata nasional. Selama enam tahun ini kurang lebih sudah ada 60 bayi dari hasil bayi tabung yang lahir, karena sstiap tahun ada sekitar 8 sampai 10 bayi yang lahir,” jelas Joko.
Saat ini, ada sekitar 65 klinik bayi tabung di Indonesia. RSKIA Sadewa sendiri, kata Joko, berada di urutan ke-33 nasional dalam hal tingkat keberhasilan.
Joko sendiri menyadari bahwa biaya bayi tabung bisa menjadi kendala karena biayanya tinggi. Namun RSKIA Sadewa berusaha menyediakan layanan dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan di tempat lain. Di RSKIA Sadewa, proses bayi tabung dapat dilakukan dengan biaya di bawah Rp 100 juta. Sementara di Jakarta, biaya minimal bisa mencapai Rp 250 juta.
Dia berharap IVF Center RSKIA Sadewa dapat memfasilitasi dan membantu pasangan yang menghadapi kesulitan dalam kehamilan melalui pemeriksaan dan terapi yang disediakan. “Anak itu memang ganugerah dari Tuhan, tapi perjuangan untuk mendapatkannya pasti ada,” tandas Joko. (*/tyo/eno)
Editor : Satria Pradika