Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 57 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur Maksimum 1,8 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 27 Juli 2024 | 11:48 WIB

SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SLEMAN - Teramati 57 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Jumat 26 Juli 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Baca Juga: Hasil Leicester City vs Palermo, The Foxes Telan Kekalahan Perdana di Pertandingan Persahabatan

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, dan berawan. 

Angin bertiup tenang, dan lemah ke arah barat, dan utara. 

Suhu udara 15.2-26 °C, kelembaban udara 20-92.5 %, dan tekanan udara 872.9-918.7 mmHg. 

Gunung terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III. 

Baca Juga: Hasil FC Nuremberg vs Juventus, Kekalahan Perdana Si Nyonya Tua Dibawah Asuhan Thiago Motta

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 15 m di atas puncak kawah. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III SIAGA sejak 20 November 2020.

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Baca Juga: Kuasa Hukum Dukuh Sorogaten Beri Alasan Kliennya Tak Mundur: Saling Memaafkan, Kasus Asusila Dianggap Rampung

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca Juga: Petahana Sunaryanta Pasrah jika Tak Ada Partai Pengusung dalam Pilkada Gunungkidul 2024, PKB: kalau Mau Kami Usung Ya Datang ke Sini

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#lava pijar gunung merapi #gunung merapi aktif #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi