Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menyongsong Geopark Jogja ke Level Nasional Menuju Geopark Global, Harus Bisa Jadi Daya Ungkit Perekonomian Masyarakat!

Yogi Isti Pujiaji • Rabu, 24 Juli 2024 | 17:29 WIB

 

SINERGI: Anggota Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia Rudi Rudi Suhendar (kiri) bersama Sekda Pemkab Sleman Susmiarto, Selasa (23/7/2024) malam.
SINERGI: Anggota Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia Rudi Rudi Suhendar (kiri) bersama Sekda Pemkab Sleman Susmiarto, Selasa (23/7/2024) malam.
RADAR JOGJA - Kabupaten Sleman memang tidak memiliki pantai. Tapi punya gunung. Merapi. Juga punya geopark.

Dua di antaranya berupa geosite yang sudah dikenal luas masyarakat maupun wisatawan luar daerah. Yakni Tebing Breksi di Prambanan dan Lava Bantal Berbah.

Sekretaris Daerah Pemeritah Kabupaten Sleman Susmiarto mengatakan, kekayaan alam Bumi Sembada tidak dominan.

Tapi potensi ekonomi di sekitarnya tumbuh dengan baik. Misalnya keberadaan desa wisata. Masyarakat menyatu dengan keistimewaan DIY.

Kesenian dan nilai budaya lokal yang tumbuh di desa-desa wisata juga terus dilestarikan.

"Adanya geopark ikut mewarnai dan menunjang Sleman menjadi destinasi wisata yang lengkap. Dengan kekayaan alam dan nilai tradisi seni budaya yang kuat," ungkap Susmiarto saat gala dinner verifikasi Geopark Jogja di Kabupaten Sleman, Selasa (23/7/2024) malam.

Pada acara yang digelar di Tebing Breksi itu Susmiarto berharap keberadaan geopark bisa berdampak peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Serta menumbuhkan perekonomian bagi warga sekitar geopark yang dikelola sebagai destinasi wisata.

"Mudah-mudahan penilaian geopark di Sleman menjadi yang terbaik dan bisa menambah khasanah dan prestasi. Sehingga tingkat kunjungan wisatawan makin baik," harapnya.

Anggota Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia Rudi Suhendar menjelaskan, konsep geopark adalah konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, pengaplikasian semua unsur itu telah terwujud di Tebing Breksi. Pengelolaan geosite piroklastik purba tersebut sesuai konsep geopark. Ada lebih dari 500 orang terlibat dalam pengelolaannya.

"Dulu waktu masih ditambang (Tebing Breksi, Red) sudah menjadi berkah bagi masyarakat. Sekarang lebih dari itu," ujar ketua tim verifikator geopark nasional itu.

Rudi menilai, konsep geopark yang diterapkan di Tebing Breksi bisa menjadi role model bagi geopark lain.

Selain itu, lanjut Rudi, kondisi alam di Kabupaten Sleman berperan penting untuk mewujudkan konsep geopark nasional di wilayah DIY. Karena Sleman menjadi hulunya Jogjakarta.

"Kami sudah melihat potensinya," ucap Rudi.

Sementara itu, Kepala Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Setda DIY Yudi Ismono dalam kesempatan itu menyampaikan arahan gubernur dan wakil gubernur DIY. Intinya, geopark yang diverifikasi jangan hanya menjadi simbol objek belaka.

"Artinya, keberadaan geopark harus bisa memberikan daya ungkit pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitarnya," tutur Yudi.

Dikatakan, keindahan Tebing Breksi yang ada sekarang tidak tercipta secara instan. Ada proses sosial, edukasi akademik, dan ekomomi yang dikemas menjadi satu.

Yudi optimistis, Geopark Jogja mampu memberi warna tersendiri yang bukan hanya bisa dinikmati warga setempat, tapi seluruh masyarakat Indonesia.

Bahkan dunia. Semua itu demi terwujudnya kehidupan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

Yudi berharap, Geopark Jogja bisa menjadi ikon geopark nasional. Bahkan menjadi geopark global seperti Kawah Ijen dan Gunung Batur.

 

 

Editor : Bahana.
#geopark #global #Keistimewaan DIY #DIY