Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Muntahkan Awan Panas Guguran dan 21 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur 1,9 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 23 Juli 2024 | 12:16 WIB
Terjadi Awan Panas Guguran Gunung Merapi pada Selasa 18 Juni 2024 jam 20.55 WIB. Terpantau dari CCTV BPPTKG Jurangjero.
Terjadi Awan Panas Guguran Gunung Merapi pada Selasa 18 Juni 2024 jam 20.55 WIB. Terpantau dari CCTV BPPTKG Jurangjero.

RADAR JOGJA - Teramati 1 kali awan panas guguran ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur 1200 meter.

Teramati 21 kali guguran lava ke arah barat daya ( Kali Bebeng ) dengan jarak luncur maksimum 1900 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap aktivitas Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Senin 22 Juli 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Angin bertiup tenang ke arah barat, dan utara. 

Suhu udara 13-27 °C, kelembaban udara 30-98.8 %, dan tekanan udara 839.6-918.8 mmHg. 

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 175 meter di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan awan panas guguran, guguran, low frekuensi, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga) sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#lava pijar gunung merapi #gunung merapi aktif #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi