RADAR JOGJA - Alih-alih menambah partai lain bergabung, Koalisi Sleman Bersatu (KSB) yang akan mengusung Harda Kiswaya sebagai bakal calon bupati pada Pilkada Sleman 2024 justru kehilangan anggotanya. Di luar dugaan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memilih lompat pagar.
PKS menyeberang ke koalisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akan mengusung Kustini Sri Purnomo sebagai bakal calon bupati Sleman 2024-2029. Penandatanganan nota kesepakatan tiga partai berideologi islami ini berlangsung Minggu (22/7).
Sebelumnya, Koordinator KSB HR Sukaptana menegaskan KSB solid. Tak satu pun anggota KSB yang berkomunikasi dengan partai selain pengusung Harda Kiswaya. "Tidak ada itu," klaimnya pada Minggu (21/7).
Sementara itu ketika dikonfirmasi kembali terkait terbentuknya koalisi PAN, PKB, dan PKS, bagi Sukaptana adalah hal biasa. "Dalam kontestasi politik ya bisa saja. Kini kami fokus kemenangan saja," dalih ketua DPC Partai Gerindra Sleman itu kemarin (22/7).
Soal keputusan PKS yang lompat pagar, sudah bisa diduga sebelumnya. Ketika deklarasi KSB pada Kamis (18/7), hanya PKS yang tidak menghadirkan pengurus inti. Ketua DPD PKS Sleman Indra Gumilar dan Sekretaris Yani Fathu Rahman, tidak tampak di acara itu.
Namun diwakilkan kepada Hasto Karyantoro dan Muh Zuhdan sebagai delegasi. Keduanya adalah ketua dan anggota Fraksi PKS DPRD Sleman. Sementara anggota KSB lainnya saat itu hadir para ketua partai.
Dengan ditinggalkan oleh PKS, maka KSB kini tinggal empat partai di dalamnya yakni Partai Gerindra, Golkar, PPP, dan NasDem. Belakangan di sela deklarasi KSB, Sukaptana mengklaim ada dua partai lagi yang bergabung yakni PSI dan Partai Ummat.
Disinggung sikap politik yang bermain dua kaki, Sekretaris DPD PKS Sleman Yani Fathu Rahman berdalih hal itu merupakan dinamika politik. Alasannya, semua partai politik pasti melakukan komunikasi politik. "Namun yang jelas saat ini PKS belum pernah melakukan deklarasi pasangan calon, karena belum ada rekomendasi resmi dari DPP," kelitnya.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman ini menegaskan, siapa pun yang mendapat rekomendasi dari DPP dialah yang akan dideklarasikan dan didukung sebagai bakal calon bupati Sleman. "Semua masih serba mungkin. Jadi mohon bersabar dulu. Kami patuh perintah partai," ujarnya.
Ketua DPD PKS Sleman Indra Gumelar menambahkan, banyak kemungkinan bisa terjadi. "Selalu ada peluang. Termasuk dari KSB yang bergabung dengan kami," jelasnya Senin (22/7).
Menurut Indra, seluruh proses ini akan menjadi pasti ketika setiap poros sudah menentukan calon wakil bupati. Pihaknya mengaku belum memiliki calon dari internal partainya. "Tapi dari kriteria, ada kesepemahaman dengan PKB dan PAN,” tandasnya. (cr1/laz)
Editor : Satria Pradika