Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo Imbau Petani Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Delima Purnamasari • Selasa, 16 Juli 2024 | 21:14 WIB

SIMBOLIS: Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo (tengah) didampingi Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Suparmono menyerahkan hadiah kepada perwakilan
SIMBOLIS: Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo (tengah) didampingi Plt Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Suparmono menyerahkan hadiah kepada perwakilan
RADAR JOGJA - Perkembangan teknologi kian masif. Termasuk dalam dunia pertanian.

Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) menjadi hal tak terbantahkan.

Guna mendongkrak hasil pertanian dengan keterbatasan jumlah sumber daya manusia (petani) saat ini.

Terkait hal tersebut, Bupati Sleman Dra Hj. Kustini Sri Purnomo mengimbau para petani mengubah pola pikir dalam menjalankan fungsi usaha.

Baik secara individu maupun kelompok.

Hal ini, menurut Kustini, bisa didorong melalui pembinaan kelembagaan petani atau kelompok tani. 

"Petani harus dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Baik itu proses penanaman hingga teknik pemasaran hasil pertaniannya," tutur Kustini di sela penyerahan hadiah lomba Evaluasi Kelompok Tani Tingkat Kabupaten Sleman 2024 di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (16/7/2024).

Dalam kesempatan itu, Kustini memotivasi  para petani terus melakukan inovasi dalam dunia pertanian. Khususnya untuk meningkatkan hasil panen.

Ihwal kegiatan lomba evaluasi kelompok tani, Kustini sangat apresiatif dan mendukung eksistensinya.

Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membantu  meningkatkan efektivitas, metode, dan alat bantu yang tepat sasaran dalam melaksanakan penyuluhan pertanian.

Lebih dari itu, Kustini berharap, kegiatan tersebut bisa lebih memotivasi petani meningkatkan usaha tani.

"Kelompok tani bukan sekadar lembaga sosial tetapi harus juga berorientasi agribisnis untuk memperkuat ekonomi masyarakat," ujar Kustini.

Sementara itu, Plt Kepala Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman Suparmono mengungkapkan, evaluasi kelompok tani   dilaksanakan sebagai upaya pembinaan dan pemberdayaan kelembagaan petani.

Dalam menjalankan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi.

Adapun penilaiannya berdasarkan kemampuan masing-masing kelompok tani pada aspek manajemen teknis maupun administrasi.

"Mencakup kemampuan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, pelaporam kegiatan, serta pengembangan kepemimpinan," jelas Suparmono.

Adapun dari hasil evaluasi tersebut, juara pertama kelas pemula diraih  KWT Srikandi Mandiri, Gejayan.

Lantas juara kedua  KWT Tani Ayu, Sembuh Kidul, Sidomulyo. Juara ketiga Taruna Tani Javaglonema, Sucen, Tridadi.

Pada kategori kelompok tani kelas lanjut, juara pertama diraih KWT Bhumi Rahayu, Brayut.

Juara kedua KWT Menur II, Pisangan. Juara ketiga adalah KWT Mekarsari, Mergan, Sendangmulyo.

Lantas pada kategori kelompok tani kelas madya, juara pertama Kelompok Tani Sido Makmur, Karangpakis, Wukirsari.

Juara kedua KWT Karanglo Makmur, Sukoharjo. Juara ketiga KWT An-Naba, Gamping Lor, Ambarketawang.

Para pemenang tiap kategori berhak atas uang pembinaan Rp 6,5 juta untuk juara pertama. Lalu juara kedua Rp 5 juta. Serta juara ketiga Rp 4 juta. 

Editor : Bahana.
#Bupati Sleman #Kustini Sri Purnomo #Sleman #Petani