Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Muntahkan Awan Panas Guguran ke Arah Barat Daya (Sungai Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1.300 Meter

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 9 Juli 2024 | 11:02 WIB
Terjadi Awan Panas Guguran Gunung Merapi pada Selasa 18 Juni 2024 jam 20.55 WIB. Terpantau dari CCTV BPPTKG Jurangjero.
Terjadi Awan Panas Guguran Gunung Merapi pada Selasa 18 Juni 2024 jam 20.55 WIB. Terpantau dari CCTV BPPTKG Jurangjero.

RADAR JOGJA - Terjadi 1 kali Awan Panas Guguran (APG) ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan estimasi jarak luncur 1.300 meter. 

Teramati 18 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.

Terdengar 2 kali suara guguran dari Pos Babadan dengan intensitas suara sedang. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Senin 8 Juli 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. 

Angin bertiup lemah ke arah timur, dan barat. 

Suhu udara 14-25.5 °C, kelembaban udara 45-99.5 %, dan tekanan udara 836.3-918.7 mmHg. 

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III, dan kabut 0-II. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, dan sedang. 

 Tinggi 20-150 m di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan APG, guguran, low frekuensi, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga) sejak 5 November 2020. 

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi