Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bermodalkan Sepeda Onthel dan Tikar, Mbah Sunardi Jadi Tukang Pijat Urut Jalanan

Delima Purnamasari • Senin, 1 Juli 2024 | 11:40 WIB

 

GIGIH: Sunardi yang berusia 71 tahun yang menjadi tukang pijat urut jalanan. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
GIGIH: Sunardi yang berusia 71 tahun yang menjadi tukang pijat urut jalanan. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Mbah Sunardi biasanya akan mangkal bersama dengan istrinya. Bermodalkan tikar dan sepeda ontel, dua orang tersebut akan menggelar lapak pijat jalanan. Berada di Jalan Gejayan, tepat di depan Universitas Sanata Dharma Jogjakarta.

 

Dia hanya bisa ditremui sejak pukul 18.00. Lapaknya akan segera dibersihkan saat waktu menunjukkan pukul 21.00.

Saat pagi, dia membuka jasa pijat di rumah mulai pukul 06.00. “Saya mijet sudah dari umur 20,” ujar laki-laki berusia 71 tahun tersebut.

Dia mengaku belajar teknik memijat dari simbahnya. Sementara istrinya, langsung diajari olehnya. Oleh karena itu, pelanggan yang datang bebas memilih dipijat oleh siapa.

Pengalaman Mbah Sunardi yang panjang membuat dia bisa menghapal titik pijat untuk beragam kondisi. Mulai dari sakit gigi, keseleo, hingga asam lambung.

Proses memijat ini dilakukan dengan menggunakan bedak pijat khusus yang dibuat sendiri. Sekali resep, biasanya Mbah Nardi bisa menggunakan bahan hingga 10 kilogram. Namun akan digunakan untuk enam bulan.

“Bahannya jahe, cengkeh, sereh, cabai, tepung. Terus diblender,” kata Mbah Nardi.

Dalam semalam, dia mengaku bisa memijat tiga hingga empat orang pelanggan. Tak jarang, tak ada pelanggan yang mampir.

“Setelah korona itu macet. Dulu bisa dapat delapan atau sembilan orang,” keluh Mbah Sunardi.

Meski demikian, Mbah Sunardi mengaku telah menjadikan pekerjaan ini sebagai hobinya. Dia juga tak merasa lelah apabila harus memijat orang secara terus-menerus. “Yang capek biar orang-orang saja, nanti biar pijat sama saya,” candanya.

Untuk bisa menikmati jasanya, pelanggan mesti membayar Rp 70 ribu untuk satu jam pemijatan. “Pernah ada ada yang ngasih tambahan sampai Rp 200 ribu,” kata Mbah Nardi. (eno)

Editor : Satria Pradika
#Mbah Sunardi #jasa pijat