Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tutup Jalur Trail di Kawasan Bunker Kaliadem, DPTR Sleman: Motor Trail Bikin Tanah Tergaruk, Lahan Rawan Rusak

Elang Kharisma Dewangga • Kamis, 27 Juni 2024 | 07:35 WIB
Pemprov DIJ mulai menutup jalur track motocross di Kawasan Kaliadem yakni di perbatasan Kalurahan Kepuharjo dan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, kemarin (25/6). (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)
Pemprov DIJ mulai menutup jalur track motocross di Kawasan Kaliadem yakni di perbatasan Kalurahan Kepuharjo dan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, kemarin (25/6). (ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (DPTR) Kabupaten Sleman bersama Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY melakukan pemasangan portal di jalur trail di kawasan Bunker Kaliadem.

Upaya ini salah satunya dilakukan karena mengganggu aktivitas warga dalam merumput. “Padang rumput itu disediakan untuk peternak,” ujar Kepala DPTR Kabupaten Sleman, Agung Armawanta Rabu (26/6).

Agung menjelaskan motor trail yang lewat menjadikan tanah tergaruk sehingga lahan rusak. Menurutnya, pemasangan portal ini juga bertujuan untuk melindungi satwa endemik yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

“Kawasan itu jadi penyangga TNGM. Jadi, hewannya nanti tidak sampai ke pemukiman,” tambahnya.

Baca Juga: Cegah Kerusakan Lingkungan Lereng Merapi di  Cangkringan,  Track Motorcross Ditutup Pemprov DIY

Baca Juga: FAJI Purworejo Gelar Coaching Clinic, Atlet Arung Jeram Praktik di Tempuran Mas Desa Loano

Dia menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi disebabkan oleh seseorang atau komunitas yang tengah mencari tantangan. Menurutnya, pihak tersebut kerap mencari jalur baru yang belum tersentuh.

“Biasanya asal lewat, ada bekasnya saja, engga bisa terdeteksi,” jawab Agung.

Agung turut menuturkan bahwa lahan yang rusak ini akan dibiarkan. Menurutnya, kondisi tanah dan rumput akan pulih ketika hujan turun. “Tanah itu milik kasultanan. Ini terkait kesejahteraan warga. Seluruh pihak harus menghormati keputusan ini,” tegasnya.

Salah satu peternak yang kerap mengambil rumput di area Kaliadem Sukirjo mengaku, beberapa kali melihat motor trail yang lewat. “Kalau trail semestinya lewat jalurnya tersendiri. Kalau sesuai fasilitas silakan,” katanya.

Baca Juga: PT Primissima Tak Beri Tanggapan, 15 Mantan Pekerja Belum Terima Pembayaran

Baca Juga: Selain Penderes Juga Guru Ngaji dan Tukang Parkir, Permintaan Anggota DPR Terkait Kelompok Rentan Penerima Jaminan Sosial

Sukirjo mengaku sedikit terganggu dengan adanya trail liar. Dia turut khawatir para pemotor tersebut memasuki lahan perkebunan warga.

Dia turut menjelaskan bahwa sebenarnya warga yang mencari rumput di kawasan Kaliadem banyak berkurang setelah relokasi ke Huntap Pagerjurang. Hal ini mengingat jarak antara jarak huntap dengan Kaliadem.

“Beberapa peternak sewa lahan di area huntap,” katanya. (cr1)

Editor : Heru Pratomo
#motor trail #pemukiman #tngm #Bunker Kaliadem #Kabupaten Sleman #Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIJ