SLEMAN - Teramati Guguran lava sebanyak 10 kali jarak luncur maksimal 1600 meter ke arah barat daya.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Minggu 23 Juni 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung.
Angin bertiup lemah,sedang ke arah barat.
Suhu udara 15.6-26 °C, kelembaban udara 55-99 %, dan tekanan udara 871.9-919.8 mmHg.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-III, dan kabut 0-II.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 25 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, dan vulkanik dangkal.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga) sejak 5 November 2020.
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
4. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin