Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan Empat Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1.300 Meter

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 22 Juni 2024 | 10:06 WIB
Guguran lava Gunung Merapi (dokumentasi BPBD Sleman)
Guguran lava Gunung Merapi (dokumentasi BPBD Sleman)

SLEMAN - Teramati 4 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1300 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Jumat 21 Juni 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Baca Juga: Pj Bupati Kulon Progo Hidupkan Lagi Kamisan Sapa Warga Kembali Hadir, Mayoritas Keluhan Berupa Infrastruktur.

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.

Cuaca di Gunung Merapi berawan, dan mendung. 

Angin bertiup lemah ke arah barat. 

Suhu udara 13-26 °C, kelembaban udara 49-88 %, dan tekanan udara 768.1-918.5 mmHg.

Baca Juga: Polisi Telusuri Pemilik Petasan yang Meledak di Ponpes di Bantul, Sudah Periksa 10 Saksi dari Kalangan Santri

Gunung Merapi terlihat jelas, dan kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25-50 m di atas puncak kawah.

Terjadi kegempaan guguran, low frekuensi, hybrid/fase banyak, dan vulkanik dangkal.

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).

Baca Juga: Peringatan Dies Natalis ke-13 FEB UNY: Optimalisasi Sumber Daya Ekonomi untuk Masa Depan

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

 Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Baca Juga: Peringatan Dies Natalis ke-13 FEB UNY: Optimalisasi Sumber Daya Ekonomi untuk Masa Depan

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca Juga: Hasil Slovakia vs Ukraina Euro 2024 Grup D: The Main Team Comeback Sikat Slovenski Sokoli

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#lava pijar gunung merapi #gunung merapi aktif #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi