RADAR JOGJA - SD Negeri Nglarang yang berlokasi di Tlogoadi, Kapanewon Mlati, mesti direlokasi karena terdampak pembangunan tol Jogja-Solo. Pihak sekolah mengaku ingin langsung pindah ke bangunan baru.
“Ini 90 persen kena tol. Cuma satu ruangan pertemuan saja yang tidak kena,” tutur Kepala SDN Nglarang Sutarti Jumat (15/6). Ia menjelaskan sempat ditawarkan opsi untuk pemindahan di bangunan sementara, tetapi pihak sekolah menolak karena dinilai kurang nyaman.
Untuk lokasi dan bangunan sementara, ia menjelaskan belum ada kepastian. "Justru wali murid yang sering tanya ke sekolah, mereka minta langsung ke tempat baru. Toiletnya itu harus memenuhi. Di sini ada 180 murid,” tambahnya.
Menurut Sutarti, pembelajaran masih berjalan dengan lancar dan tidak terganggu dengan adanya proyek pembangunan tol. Ia menjelaskan ketika pembelajaran berlangsung, hanya dilakukan kegiatan penimbunan tanah.
"Kalau ada kegiatan yang kira-kira membuat gempa, itu dilaksanakan setelah KBM," tuturnya. Belum ada waktu pasti pemindahan sekolah, tetapi lokasinya sudah ditentukan.
“Tidak jauh dari sini. Di sana belum ada pembangunan juga. Lokasinya itu lebih luas di tempat baru, tapi itu dimanfaatkan semua untuk SD atau enggak, saya kurang tahu,” katanya.
Ia berharap pembangunan di sekolah baru minimal bisa sama atau lebih baik dari sekolah lama. “Kalau dibangun lebih, lagi saya senang. Misal tempat bermain anak-anak. Di sini lahan memenuhi, tapi alat permainan yang belum," harapnya.
Salah satu murid SDN Nglarang, Kalila mengaku akan merindukan sekolahnya ini. Meski begitu, ia ingin mencoba belajar di sekolah baru sebelum masuk ke jenjang SMP. "Pengennya di sana ada AC, soalnya kalau di sini AC cuma ada di perpustakaan,” harapnya. (cr1/laz)