Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Mengeluarkan 11 Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya (Kali Bebeng), Jarak Luncur Maksimum 1.500 Meter

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 8 Juni 2024 | 13:06 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

SLEMAN - Teramati 11 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1.500 Mèter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Jumat 7 Juni 2024 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Baca Juga: Mengenal Mahasiswi UNY Santika Widya Imani, Aktif Kegiatan Sosial hingga Bisnis Bimbel

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten. 

Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup lemah, dan sedang ke arah timur, dan barat. 

Suhu udara 16.1-27 °C, kelembaban udara 44-99 %, dan tekanan udara 768-918.8 mmHg. Volume curah hujan 48 mm per hari. 

Baca Juga: Deteksi Dini Gizi dan Tingkatkan Kunjungan Posyandu, Pemkab Sleman Rilis Gerakan Intervensi Stunting

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100-150 m di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh. 

Baca Juga: Tertangkap Kamera, Justin Hubner Hendak Tendang Pemain Irak Usai Laga, ternyata Ini Alasannya

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (Siaga). 

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Baca Juga: Dulu Jalan Rusak Berat Susah Dilewati, Kini Mulus Bisa untuk Kenduri Warga Jembangan, Kebumen

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Baca Juga: Seto Ingin Erwan dan Didik Bantu Maksimal di PSIM Jogja lewat Pengalaman saat Tangani Tim-Tim Sebelumnya

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#guguran lava gunung merapi #gunung merapi aktif #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi