SLEMAN - Teramati 11 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1.500 Mèter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Jumat 7 Juni 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Baca Juga: Mengenal Mahasiswi UNY Santika Widya Imani, Aktif Kegiatan Sosial hingga Bisnis Bimbel
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup lemah, dan sedang ke arah timur, dan barat.
Suhu udara 16.1-27 °C, kelembaban udara 44-99 %, dan tekanan udara 768-918.8 mmHg. Volume curah hujan 48 mm per hari.
Baca Juga: Deteksi Dini Gizi dan Tingkatkan Kunjungan Posyandu, Pemkab Sleman Rilis Gerakan Intervensi Stunting
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 100-150 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh.
Baca Juga: Tertangkap Kamera, Justin Hubner Hendak Tendang Pemain Irak Usai Laga, ternyata Ini Alasannya
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (Siaga).
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Baca Juga: Dulu Jalan Rusak Berat Susah Dilewati, Kini Mulus Bisa untuk Kenduri Warga Jembangan, Kebumen
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin