SLEMAN - Teramati 27 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Kamis 6 Juni 2024, pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Baca Juga: Buka Lowongan, Kerja Sebulan Full KPU Kebumen Butuh 4.180 Pantarlih
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten.
Cuaca di Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung.
Angin bertiup lemah, dan sedang ke arah barat.
Suhu udara 14-26.6 °C, kelembaban udara 25-97 %, dan tekanan udara 768-918.6 mmHg.
Baca Juga: Kembali Bekerja Sama di PSIM Jogja, Didik Wisnu Beri Pujian kepada Seto Nurdiyantoro
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 10-50 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, hybrid/fase banyak, vulkanik dangkal, dan tektonik jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (Siaga).
Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:
Baca Juga: Berkat Kedatangan Mbappe ke Real Madrid, Ronaldo Kembali Pecahkan Rekor Baru
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Lebih Marem, Kader Partai Gerindra Kebumen Minta Calon Wakil Bupati dari Internal
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Baca Juga: Napak Tilas Balai Kota Jogja, Susuri Bangunan-Bangunan yang Dulu Difungsikan Jadi Balai Kota
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin