RADAR JOGJA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno Marsudi menyatakan, Indonesia masih akan terus membela Palestina. Hal ini disampaikan saat Retno mengisi kuliah umum di Balai Senat UGM Senin (3/6).
"Kita tetap ingin Palestina diakui sebagai negara, meski ada isu atau upaya menghambat realisasi itu, Palestina selalu kita bela," tegasnya.
Dia menyebut, situasi Palestina semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Seiring perlakukan sistematis oleh Israel. Bahkan kini, memasuki kondisi yang lebih parah. Sebab Israel membuat para pengungsi yang tinggal di Yordania, Lebanon, Suriah, Tepi Barat (West Bank) dan Jalur Gaza tidak bisa kembali ke Palestina.
Keberadaan UNRWA selaku organisasi penyedia layanan pendidikan dan kesehatan untuk pengungsi Palestina, juga makin diperlemah perannya oleh Israel. "Indonesia tetap mengirim bantuan kemanusiaan dan memperjuangkan diakuinya Palestina sebagai negara melalui jalur diplomasi PBB," serunya.
Retno merinci, saat ini sudah ada 144 negara dari total 193 anggota PBB yang telah mengakui Palestina. Termasuk Norwegia, Irlandia, dan Spanyol.
Sedangkan Indonesia, lanjut Retno, jadi salah satu negara yang mengakui kedaulatan Palestina sejak 1988. Bersama dengan 80 negara lainnya. "Masih 49 yang negara belum mengakui Palestina sebagai negara, mayoritas berasal dari negara barat," ungkapnya.
Dalam menjalankan kebijakan hubungan politik luar negeri, kata Retno, Indonesia secara konsisten terus memegang prinsip nilai-nilai universal. Mendukung dan membela Palestina agar menjadi negara merdeka.
Selain itu, Indonesia juga mendukung penuh keputusan Mahkamah Internasional atau International Court of Justice (ICJ) agar Israel menghentikan serangan dan melakukan gencatan senjata. "Kita ingin keputusan ICJ dipatuhi Israel dan PBB membuat keputusan memaksa Israel untuk patuh," harapnya.
Retno pun berharap, komitmen menjaga konsistensi dan dukungan kepada Palestina atas dasar kemanusiaan dan perdamaian bisa diteruskan pada periode pemerintahan baru. "Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan," pesan Retno. (iza/eno)